src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js">

HEADLINEKALTIM.CO, BONTANG – KKN Kolaborasi Unmul kembali digelar di Kota Bontang dengan melibatkan 132 mahasiswa dari delapan perguruan tinggi. Para peserta akan menjalankan program pengabdian selama 40 hari di 15 kelurahan sebagai bagian dari upaya mendukung pembangunan dan pemberdayaan masyarakat.
Dilansir dari PPID Kota Bontang, Pemerintah Kota Bontang secara resmi menerima 132 mahasiswa peserta KKN Kolaborasi Delapan Universitas Tahun 2026 dalam seremoni yang berlangsung di Auditorium 3 Dimensi, Senin (13/7).
Penyerahan mahasiswa ditandai dengan prosesi simbolis dari Ketua Panitia KKN ke-52 Universitas Mulawarman yang mewakili Rektor Universitas Mulawarman, Prof. Suwardani Paramita, kepada Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni. Kegiatan tersebut turut dihadiri para camat dan lurah se-Kota Bontang.
Suasana auditorium didominasi almamater kuning mahasiswa Universitas Mulawarman yang menjadi peserta terbanyak dalam pelaksanaan KKN Kolaborasi Unmul tahun ini. Kehadiran mereka menandai dimulainya pengabdian kepada masyarakat di berbagai wilayah Kota Bontang.
Dalam sambutannya, Wali Kota Neni Moerniaeni mengingatkan bahwa keberhasilan mahasiswa tidak hanya diukur dari prestasi akademik, tetapi juga kemampuan mengimplementasikan ilmu pengetahuan untuk membantu masyarakat.
Menurutnya, pelaksanaan KKN menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk belajar secara langsung menghadapi dinamika kehidupan di tengah masyarakat sekaligus membentuk karakter, kepedulian sosial, dan kemampuan beradaptasi.
“Saat terjun ke masyarakat nanti, kalian akan merasakan bahwa ilmu yang diperoleh di bangku kuliah tidak selalu mudah diterapkan. Di situlah proses belajar yang sebenarnya. Berbaurlah dengan masyarakat, bangun komunikasi yang baik, jangan merasa paling tahu, dan jadilah pribadi yang rendah hati,” pesan Bunda Neni.
Wali Kota yang juga berprofesi sebagai dokter itu turut mengenang pengalaman saat mengikuti KKN semasa menjadi mahasiswa. Menurutnya, pengalaman tersebut menjadi bekal berharga untuk memahami kebutuhan masyarakat secara langsung.
Ia juga mengajak seluruh peserta menjaga kekompakan selama menjalankan program, saling membantu antaranggota kelompok, menghormati budaya masyarakat setempat, serta menjunjung tinggi etika dalam setiap aktivitas pengabdian.
Selain itu, Neni mengajak mahasiswa ikut berperan dalam upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba. Ia menilai mahasiswa memiliki posisi strategis sebagai agen perubahan yang mampu memberikan edukasi kepada generasi muda.
“Jaga pergaulan kalian. Jadilah teladan di tengah masyarakat dan jangan pernah melupakan jasa orang tua. Mereka menantikan kalian kembali mengenakan toga wisuda dengan penuh kebanggaan,” tuturnya.
Di akhir sambutannya, Neni menyampaikan apresiasi kepada Universitas Mulawarman beserta seluruh perguruan tinggi yang tergabung dalam program KKN kolaborasi karena kembali mempercayakan Kota Bontang sebagai lokasi pengabdian mahasiswa.
Sementara itu, Kepala Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat (DSPM) Kota Bontang, Ahmad Yani, melaporkan sebanyak 132 mahasiswa akan melaksanakan KKN di 15 kelurahan selama 40 hari.
Ia berharap para mahasiswa tidak hanya memperoleh pengalaman belajar di lapangan, tetapi juga mampu menghadirkan inovasi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Kami berharap para mahasiswa tidak hanya memperoleh pengalaman belajar, tetapi juga mampu mengaplikasikan keilmuan yang dimiliki sehingga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujarnya.
Senada dengan itu, Ketua Panitia KKN ke-52 Universitas Mulawarman, Prof. Suwardani Paramita, mengapresiasi Pemerintah Kota Bontang yang terus membuka ruang kolaborasi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah.
Ia menjelaskan, kegiatan tahun ini merupakan pelaksanaan KKN ke-52 Universitas Mulawarman yang berdiri sejak 1962 dengan semangat memperkuat sinergi kampus agar memberikan dampak langsung bagi masyarakat.
Menurutnya, keberhasilan program KKN bukan ditentukan oleh banyaknya laporan administrasi yang disusun mahasiswa, melainkan dari manfaat yang dirasakan masyarakat setelah seluruh program selesai dilaksanakan.
“Kami ingin hasil KKN tidak berhenti pada laporan administrasi. Yang jauh lebih penting adalah bagaimana program-program mahasiswa mampu memberikan dampak positif dan menjadi solusi atas kebutuhan masyarakat,” ungkapnya.
Melalui KKN Kolaborasi Unmul, Pemerintah Kota Bontang berharap lahir berbagai inovasi dan gagasan baru yang mampu mendukung pembangunan daerah sekaligus menjadi pengalaman berharga bagi mahasiswa dalam mengaplikasikan ilmu pengetahuan di tengah masyarakat.