src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js"> Wow, 20 Ribuan Calon Haji Samarinda Masuk Daftar Tunggu hingga 23 Tahun

Wow, 20 Ribuan Calon Haji Samarinda Masuk Daftar Tunggu hingga 23 Tahun

3 minutes reading
Wednesday, 6 Jan 2021 12:34 585 Muhammad Yamin

HEADLINEKALTIM.CO, SAMARINDA – Kantor Kementerian Agama Kota Samarinda belum dapat memastikan keberangkatan haji dan umrah jamaah asal Kota Tepian untuk tahun 2021 ini.

Bahkan, nasib jamaah haji yang terdaftar dan tertunda keberangkatannya tahun 2019 silam sebanyak satu kloter atau dengan jumlah sekitar 500 orang jamaah, hingga kini masih tanda tanya.

Plt Kepala Kemenag Kota Samarinda Mohsin Hasan mengatakan, pihaknya masih menunggu keputusan dari Pemerintah Pusat untuk kepastian pemberangkatan jamaah haji untuk tahun 2021.

“Sementara haji, masih belum ada pengumuman yang jelas, mungkin menjelang hari H baru akan diumumkan,” ucapnya saat diwawancarai headlinekaltim.co.

Tertundanya keberangkatan haji ini, kata Mohsin Hasan diakibatkan karena situasi COVID-19 yang merata di berbagai dunia, sehingga menghalangi dan membatasi ruang gerak termasuk pelaksanaan ibadah haji dan umroh.

Namun demikian, dirinya mengaku siap jika memang di tahun 2021 ini ada kebijakan dari pemerintah untuk kembali memberangkatkan jamaah haji.

“Ini sebenarnya tergantung dari pandemi ini, kalau kondisinya bisa dibuka, ya kan dibuka. Tapi kita semua sudah siap, lengkap, baik petugas maupun jamaah jika ada keputusan berangkat tahun ini. Karena persiapan sudah dilakukan sejak tahun-tahun tertunda kemarin,” terangnya.

Menurutnya, jika ada keputusan pemerintah untuk membuka ibadah haji tahun 2021, maka yang akan mendapatkan prioritas pemberangkatan adalah calon jamaah haji yang tertunda di tahun 2019 silam. Selain itu, pihaknya juga akan melakukan seleksi ketat untuk calon jamaah haji, mulai dari kesehatan dan sebagainya.

“Tergantung informasi dari Saudi, apakah dibuka atau tidak. Tapi kita tetap seleksi, karena kita mengutamakan keselamatan umat daripada penyelenggaraan haji atau umroh. Dan itu tidak ada perlakuan khusus untuk travel haji umroh swasta, semua sama. Tentunya juga, jika dibuka, yang berangkat pertama, yang tertunda tahun 2019. Itu 1 kloter sekitar 500 orang lebih,” beber Mohsin Hasan.

Disinggung soal total jumlah calon jamaah haji yang masuk dalam daftar antrian di Kemenag Samarinda, Mohsin Hasan menyebut, sekitar 20.700 calon jemaah haji yang masuk daftar tunggu hingga 23 tahun ke depan.

“Daftar tunggu hingga 23 tahun untuk calon jamaah haji Samarinda. Dengan rincian itu, per tahunnya kita biasa memberangkatkan 900 orang calon jamaah haji bahkan untuk saat ini jumlahnya lebih dari itu. Jadi jumlah itu dikali selama 23 tahun, kira-kira lebih dari 20 ribuan lebih calon jamaah haji daftar tunggu. Ini saya belum ngecek lagi angka pastinya, cuma yang pasti dari jumlah itu masih terus bertambah,” terangnya.

Walaupun jumlah antrian calon jamaah haji di Samarinda “mengular”, namun diakui Mohsin Hasan, pendaftaran calon jamaah haji masih terus dibuka.

“Tetap kami buka pendaftaran, karena itu adalah hak mereka, walaupun mau tidak mau masuk dalam daftar antrian. Dan ada syarat lain juga, sekarang usia yang diperbolehkan mendaftar haji mulai dari usia 12 tahun ke atas,” katanya.

Terkait dengan biaya keberangkatan haji, dikatakan Mohsin Hasan, biaya tidak mengalami kenaikan yaitu masih dipatok sekitar Rp 33 juta per calon jamaah haji.

“Untuk biaya tidak ada mengalami perubahan, seperti kemarin sama. Tidak ada yang signifikan, sekitar Rp 33 juta,” ujarnya.

Penulis : Ningsih

Editor: Amin

 

Berita Terkini di Ujung Jari Anda! Ikuti Saluran WhatsApp Headline Kaltim untuk selalu up-to-date dengan berita terbaru dan Temukan berita populer lainnya di Google News Headline Kaltim

LAINNYA
x