23.2 C
Samarinda
Saturday, June 25, 2022

Pangeran Kesultanan Minta Perusahaan Tak Benturkan Ormas dengan Warga

HEADLINEKALTIM.CO, TENGGARONG – Sengketa lahan antara warga Kecamatan Loa Kulu, Kutai Kartanegara, bernama Syamsu Arjaman alias Tikong dengan perusahaan  tambang batu bara di lahan konsesi PT Multi Harapan Utama (MHU) yang digarap PT Mahaguna Karya Indonesia (MKI) jadi perhatian Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura.

Pihak kesultanan ikut turun tangan guna mencarikan solusi agar masalah ini tuntas. “Saya minta kepada perusahaan untuk menyelesaikan persoalan warga kami yang menuntut hak untuk dibayarkan, ” harap Dewan  Penasehat Kesultanan Kukar, Aji Aryo Pangeran Puger, Senin 17 Mei 2021, saat aksi demontrasi di jalan menuju Dusun Beroak Desa Sungai Payang Kecamatan Loa Kulu.

Pangeran Puger menambahkan, persoalan yang diketahuinya, tanah milik Tikong belum diganti rugi. Namun, perusahaan sudah menambang di lahan tersebut.  “Kalau belum diganti rugi sudah ditambang, namanya belum dapat izin dari pemilik lahan, ” ucapnya.

Puger juga mengaku miris jika perusahaan memanfaatkan oknum Ormas membawa nama kesultanan lalu dibentrokan dengan masyarakat yang menuntut haknya. “Saya minta juga pihak desa dan kecamatan untuk membantu memfasilitasi persoalan warga tersebut, jangan sampai berlarut-larut,” sebut Puger.

Syamsu Arjaman memastikan, lahannya yang seluas 8 hektare sudah digusur dan ditambang tanpa ganti rugi. Jika pihak MKI beralasan sudah dibayarkan, dia meminta bukti dokumen pembayaran dan siapa penerimanya.

“Ada praktek salah bayar yang dilakukan perusahaan MKI. Kami punya data kepemilikan lahan agar hak kami dibayarkan perusahaan, ” ucap mantan Kades Jembayan tersebut.

Divisi Legal PT MKI, Darma menyebut, dirinya belum bisa berkomentar banyak terkait persoalan lahan warga tersebut. “Nanti manajemen yang lain saja menanggapi, saya no comment, ” tukasnya. (Andri)

Komentar
- Advertisement -

LIHAT JUGA

- Advertisement -

TERBARU