34 C
Samarinda
Friday, September 24, 2021

Walikota Andi Harun: Saya Sudah Minta Ruang Rawat Inap RSI Difungsikan

HEADLINEKALTIM.CO, SAMARINDA Walikota Andi Harun mendukung dan mendorong segera dibukanya pelayanan rawat inap di RS Islam (RSI) Samarinda.

Dia beralasan, saat ini tingkat penularan COVID-19 masih masif terjadi di masyarakat Samarinda, sehingga mempengaruhi tingkat keterisian tempat tidur atau Bed Occupancy Rate (BOR) rumah sakit yang dimiliki oleh pemerintah, maupun rumah sakit swasta.

Untuk itu kata dia, pihaknya terus mengupayakan melakukan penambahan ruangan perawatan dan IGD. Termasuk kembali mengupayakan dibukanya layanan rawat inap di RSI, guna mengatasi masalah rumah sakit yang saat ini over kapasitas.

“Saya sudah perintahkan dr Ismed (Kepala Dinas Kesehatan kota Samarinda, red) dan dr Didik (Direktur RSI Samarinda, red) untuk mengkomunikasikan ini. Tapi memang, di sana ada sedikit masalah antara Pemprov (Pemerintah Provinsi Kaltim, red) dengan yayasan. Saya sudah minta bisa difungsikan untuk melayani rawat inap, apalagi BOR kita makin menurun. Sekarang sudah di angka 87 persen, ini menjadi warning bagi kita, bahwa keterisian tempat tidur di rumah sakit sudah lebih batas normal seperti yang diisyaratkan,” katanya saat menjawab pertanyaan headlinekaltim.co di acara diskusi bersama mahasiswa melalui virtual, Sabtu 31 Juli 2021.

Dikatakan mantan Legislator Karang Paci ini, pihaknya dalam beberapa hari ke depan akan melihat kondisi dan situasi COVID-19 di Samarinda. Termasuk mempersiapkan RS Islam Samarinda untuk difungsikan kembali.

“Kita lihat dalam beberapa hari ke depan, kita lihat RS Islam. Jika RS Islam bersedia, maka Pemkot akan bersedia melakukan pembenahan terbatas. Melakukan pembenahan ini jika, Pemprov mengizinkan. Karena memang RS Islam ini kan wewenang Pemprov Kaltim. Kami berharap dr Padilah (Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kaltim, red) serta Gubernur agar segera mengabulkan dalam waktu dekat ini. Agar ruang perawatan di RS Islam bisa untuk melayani rawat inap,” katanya.

“Karena 2 hari lalu, saya minta dr Ismed komunikasi dengan dr Didik. Misal PDAM atau listrik dan pembersihan ruangan rawat inap pasien. Itu akan kami lakukan, jika mendapat izin Pemprov,” tutupnya.

Penulis : Ningsih

Komentar

- Advertisement -

LIHAT JUGA

- Advertisement -

TERBARU

Komentar