src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js"> WALHI Kampanyekan Prinsip 'Pilah-Pilih-Pulih' untuk Coblos Pemimpin di Pemilu 2024 

WALHI Kampanyekan Prinsip ‘Pilah-Pilih-Pulih’ untuk Coblos Pemimpin di Pemilu 2024 

2 minutes reading
Tuesday, 6 Feb 2024 19:22 272 huldi amal

HEADLINEKALTIM.CO, SAMARINDA – Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) Kalimantan Timur menggelar konferensi pers bertema Seruan Keprihatinan Bangsa, Kembalikan Kedaulatan Ekologis Ke Tangan Rakyat sekaligus ajakan mengamalkan prinsip Pilah-Pilih-Pulih  di Kafe t-co Coffee Jalan Banggeris No. 11, Kelurahan Karang Anyar, Kecamatan Sungai Kunjang, Kota Samarinda pada Selasa 6 Februari 2024.

Tampil sebagai pembicara Direktur Eksekutif WALHI Kaltim Fathur Roziqin Fen. Walaupun tanpa kehadiran 2 narasumber yakni Herdiansyah Hamzah dan Koalisi Dosen Unmul dan Ketua Dewan Daerah WALHI KALTIM Isal Wardana, acara tetap berjalan dengan dipandu Nalendro serta Novy dari Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Samarinda.

Sebagai catatan, konferensi pers ini dilaksanakan secara serentak di 29 kantor cabang WALHI yang tersebar di 28 provinsi dengan mengundang insan pers baik media cetak maupun online dan elemen masyarakat sipil untuk merefleksikan kinerja pemerintah dalam penanggulangan krisis iklim di Indonesia sejak 2014 sampai detik ini.

Fathur Roziqin Fen menegaskan, dalam mendorong demokratisasi pengelolaan sumber daya alam tidak luput dari momentum Pemilu 2024 yang menjadi titik balik bahwa segala keputusan dalam ruang lingkup rakyat telah diserahkan kepada negara. Hal tersebut kemudian yang mendasari WALHI memperkenalkan prinsip Pilah-Pilih-Pulih kepada masyarakat Indonesia untuk menggunakan hak suaranya agar lebih bijak lagi dalam menentukan calon pemimpin yang memiliki konsen mengenai keberlanjutan lingkungan hidup untuk generasi mendatang.

“Momentum politik lah yang menjadi kunci dari semua keputusan ruang lingkup kita sendiri, itu semua diserahkan kepada negara. Untuk itu, ini momentum yang tepat untuk kami mendorong agar kita semua memakai prinsip Pilah-Pilih-Pulih pada Pemilu 14 Februari 2024,” jelas Fathur.

Prinsip Pilah sendiri menjelaskan bahwa para partisipan Pemilu harus memilih berdasarkan rekam jejak calon Presiden dan Wakil Presiden serta calon legislatif yang dapat dilakukan dengan mencermati serta membedah visi-misi dan program setiap kandidat, hingga menelusuri lebih dalam setiap kepentingan aktor-aktor yang berperan sebagai pendukung dibalik setiap kandidat.

Sedangkan dalam prinsip Pilih dan Pulih ini bermakna imbauan agar tidak terjebak pada janji, gimmick, pencitraan dan praktik politik transaksional oleh para kandidat. Pula berkomitmen memilih kader politik hijau yang mengusung agenda platform politik keadilan ekologi; dan penuh komitmen mengawal perwujudan pulihkan Indonesia.(zayn)

 

Berita Terkini di Ujung Jari Anda! Ikuti Saluran WhatsApp Headline Kaltim untuk selalu up-to-date dengan berita terbaru dan Temukan berita populer lainnya di Google News Headline Kaltim

banner pemkab berau baru
LAINNYA
x