src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js">
Puluhan siswa SD Muara Badak mengantre pembagian kelapa muda (Foto : Akun Tiktok Kecamatan Muara Badak)HEADLINEKALTIM.CO, TENGGARONG – Sebuah video berdurasi 17 detik yang menampilkan pembagian kelapa muda kepada siswa SDN 001 Muara Badak ramai diperbincangkan warganet sejak Jumat, 13 Februari 2026. Potongan video itu memunculkan anggapan bahwa Program MBG kelapa muda yang dibagikan kepada siswa hanya berupa kelapa muda tanpa menu pendamping lainnya. Polemik pun berkembang luas di media sosial, memicu beragam respons dari publik.
Dilansir dari RRI Samarinda, Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Dapur Gas Alam Badak Satu akhirnya memberikan klarifikasi. Kepala SPPG, Abdi Nolima, menegaskan bahwa video yang beredar tidak menampilkan keseluruhan paket Program MBG kelapa muda. Tayangan tersebut hanya memperlihatkan salah satu bagian dari rangkaian menu yang dibagikan kepada siswa.
“Video yang beredar tidak menunjukkan seluruh paket makanan yang kami distribusikan. Informasi yang diterima publik jadi tidak utuh dan menimbulkan kesalahpahaman,” ujarnya.
Distribusi Program MBG kelapa muda berlangsung pada Kamis, 5 Februari 2026 di dapur SPPG Gas Alam Badak Satu, Muara Badak, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur. Pada hari itu, pihak penyelenggara menyiapkan dua jenis menu. Paket ringan berisi kelapa muda, roti abon, telur rebus, dan susu. Sementara menu utama terdiri dari nasi putih, telur kecap, tahu goreng tepung, tumis wortel jagung, serta buah semangka. Rangkaian menu tersebut disusun untuk memenuhi kebutuhan gizi siswa secara seimbang dalam Program MBG kelapa muda.
Menurut penjelasan SPPG, video awalnya diunggah oleh pihak sekolah sebagai dokumentasi kegiatan dan untuk menunjukkan antusiasme siswa. Namun, karena yang terlihat hanya momen pembagian kelapa muda, publik kemudian menilai seolah Program MBG kelapa muda hanya menyediakan satu jenis menu. Minimnya keterangan pada unggahan turut memperbesar kesalahpahaman di ruang digital.
“Kelapa muda memang bukan menu yang umum dalam program MBG. Jadi ketika hanya itu yang terlihat, muncul berbagai spekulasi,” katanya.
Pihak SPPG mengakui kelapa muda bukan menu yang umum dalam Program MBG kelapa muda, sehingga potongan visual tersebut memicu spekulasi. Ke depan, SPPG menyatakan akan melakukan evaluasi perencanaan menu sekaligus memperbaiki pola penyampaian informasi agar tidak terjadi polemik serupa. Klarifikasi ini diharapkan meluruskan persepsi publik dan mengembalikan fokus pada tujuan utama Program MBG kelapa muda, yakni pemenuhan gizi siswa di Muara Badak.
“Kami memohon maaf atas polemik ini. Ke depan kami akan melakukan evaluasi perencanaan menu serta lebih berhati-hati dalam menyampaikan informasi,” ujarnya.