src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js">
Seminar hasil pengkajian percepatan pelayanan publik di tiga OPD Kukar. (foto: Andri/headlinekaltim.co)HEADLINEKALTIM.CO, TENGGARONG – Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Kutai Kartanegara melibatkan Universitas Mulawarman Samarinda untuk mengkaji tingkat kepuasan pelayanan publik di tiga OPD yakni dua RSUD dan satu Dinas.
“Objek kajian dan penelitian kita RSUD AM Parikesit Tenggarong Seberang, RSUD Dayaku Raja Kota Bangun dan Disdukcapil Kukar,” sebut Kabid Kajian Peraturan Daerah BRIDA Kukar, Aini, Selasa 19 Desember 2023.
Penelitian tersebut dilakukan berdasarkan masukan dari kelompok masyarakat dan OPD yang berkepentingan secara langsung terhadap pelayanan masyarakat.
“Salah satu pertanyaannya, kenapa warga tidak berobat di RSUD Kota Bangun, malah harus jauh-jauh ke Tenggarong dan Kota Samarinda,” sebut Aini, yang juga dosen Fahum Unikarta ini.
Peneliti Unmul, Daryono mengungkapkan, pelayanan publik one step service dikaji berdasarkan sejumlah indikator. Meliputi kebutuhan publik pelanggan, inovasi, reformasi birokrasi, pelayanan publik diluar jam kerja, serta aspek lainnya. Sedangkan untuk aspek peningkatan layanan publik meliputi penyediaan fasilitas dan dukungan kebijakan, penyedian anggaran yang memadai, kolaborasi dengan swasta dan OPD lainnya, dan inovasi layanan.
“Dari tiga lembaga tersebut, publik sudah puas dengan layanan yang diberikan. Namun, perlu ditingkatkan lagi, seperti kuantitas SDM yang masih kurang, ” ucap dosen Fisipol Unmul ini.
Perwakilan manajemen RSUD Dataku Raja Kota Bangun, Dedi mengakui bahwa pihaknya masih kekurangan SDM. “Kita masih kekurangan empat dokter spesialis, kalau untuk sarana dan prasarana sudah mencukupi untuk berikan layanan. Jika tidak bisa ditangani, maka akan kami rujuk ke RSUD AM Parikesit,” sebutnya.(Andri)