23.6 C
Samarinda
Jumat, Agustus 6, 2021

Unikarta Ajukan Penambahan Jumlah Penerima Beasiswa Aspirasi

HEADLINEKALTIM.CO, TENGGARONG – Imbas pandemi COVID-19 yang berkepanjangan, banyak masyarakat mengalami penurunan pendapatan ekonomi. Para orang tua kesulitan membiayai kuliah anak-anaknya.

Rektor Unikarta Tenggarong Erwinsyah berupaya agar mahasiswa Unikarta tidak ada yang putus kuliah akibat pandemi. Salah satu upayanya, mengajukan permohonan beasiswa Kartu Indonesia Pintar (KIP) melalui aspirasi anggota DPR RI Dapil Kaltim, Hetifah Sjaifudian.

“Kita perjuangkan agar mahasiswa Unikarta kembali mendapatkan jatah beasiswa KIP periode 2021-2022 jalur aspirasi,” ungkap Rektor Unikarta, Erwinsyah, Senin 19 Juli 2021.

Erwin menuturkan, jatah beasiswa aspirasi dari Hetifah untuk mahasiswa Unikarta biasanya hanya 100 orang. “Saya coba minta tambahan kuota lagi mengingat kesulitan orang tua di masa pandemi, ” jelas mantan Dekan Fakultas Ekonomi Unikarta ini.

Menurutnya, animo berkuliah di Unikarta cukup tinggi seiring akreditasi Unikarta yang sudah naik dari C ke B. “Sayang saja, misalnya ada yang semangat kuliah tapi harus mundur dengan alasan biaya,” sebutnya.

Untuk skema beasiswa KIP, Erwin menguraikan, pemberian bantuan sampai lulus kuliah dengan jangka waktu study harus 4,5 tahun. Besarannya  sekitar Rp 6,4 juta per semester.

Ada berbagai syarat yang harus dilengkapi calon penerima, seperti surat keterangan prestasi, surat keterangan penghasilan orang tua, rekening listrik bulan terakhir, serta keterangan tidak mampu dari instansi terkait. Bahkan ada syarat tambahan mengisi nota kerja sama sampai selesai.

“Di perjanjian tersebut, jika putus di tengah studi, harus mengembalikan dana yang sudah diterima selama diberi beasiswa,” sebutnya.

Bantuan beasiswa masuk ke rekening mahasiswa yang diperuntukan pembayaran kuliah dan biaya hidup selama kuliah. Penerima harus menyerahkan LPj penggunaan dana. “Format LPJ penggunaan beasiwa sudah ditetapkan oleh Pemerintah Pusat, ” ujarnya.

Pengalaman tahun lalu, lanjut dia, ada fakultas yang tak penuhi kuota, ada juga yang berlebih. Seperti Fakultas Ekonomi dan Bisnis, kuotanya hanya 30 mahasiswa, pendaftar 60 orang.

Sedangkan untuk Fakultas Teknik Geologi, jatahnya 15 mahasiswa, ternyata jumlah mahasiswa tidak sampai 15 orang. “Untuk tahun ini, bisa saja kita  menerapkan pola proporsional per fakultas, ” pungkasnya.

Salah satu penerima beasiswa, Dinda Syafitri mengaku sangat terbantu dengan beasiswa tersebut. Terlebih lagi, ayahnya tidak memiliki pekerjaan tetap. “Setahun lagi, saya masih berhak menerima beasiswa, ” sebutnya.

Penulis: Andri
Editor: MH Amal

Komentar

- Advertisement -spot_img

LIHAT JUGA

- Advertisement -spot_img

TERBARU

spot_img
Komentar