23 C
Samarinda
Sunday, May 22, 2022

Tunjangan ASN Dipotong jika Abai Protokol Kesehatan

HEADLINEKALTIM.CO, SAMARINDA – Sanksi tegas diberikan kepada aparatur sipil negara (ASN) yang ada di lingkungan Pemerintah Kota Samarinda jika melanggar protokol kesehatan.

Wali Kota Samarinda Syaharie Jaang mengancam akan memotong uang tunjangan ASN hingga diproses ke Inspektorat jika terbukti melanggar Perwali Nomor 43/2020.

“Jika ada ASN ditangkap karena tidak patuh pada penerapan aturan Perwali, dalam hal ini aturan protokol kesehatan, maka tegas saya berikan sanksi, tunjangan dipotong. Jadi tidak ada lagi sanksi push up atau membersihkan taman, tapi diperiksa di inspektorat,” tegas Jaang di depan seluruh peserta apel gabungan Satgas Covid-19 yang dilaksanakan di halaman Kodim 0901 Samarinda, Minggu 27 September 2020.

Syaharie Jaang mengatakan, tanggal 24 September lalu, telah dikeluarkan Surat Edaran Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Nomor 69/2020 tentang penguatan peran tim penanganan Covid-19 sebagai pusat krisis (crisis center).

“Setelah ada surat edaran dari PAN-RB, saya langsung melakukan rapat jam 9 pagi membahas soal tentang bagaimana membuat monitoring crisis center ASN yang terpapar,” ungkapnya.

“Dalam rapat itu, kita juga membahas banyak hal, bukan hanya bicara pelaksana surat edaran, tapi juga monitor persoalan isolasi mandiri,” lanjut Jaang.

Sekitar 80 persen dari perawatan isolasi mandiri, ucap Jaang, ternyata penambahannya signifikan. Mencapai hingga 500 orang lebih.

Untuk itu, dia meminta kepada seluruh Camat dan Lurah turut berperan aktif melakukan monitoring kepada warganya dan melaporkan setiap aktivitas ke grup-grup WA yang telah dibuat Pemkot Samarinda.

“Ada kita temukan, warga yang terpapar positif Covid-19, sedangkan dia adalah kepala keluarga di situ. Artinya satu keluargannya ikut melakukan isolasi mandiri. Jika dihitung-hitung, jumlahnya bisa berlipat-lipat. Sehingga kita perlukan monitoring. Jangan sampai juga, tidak terpantau,” pinta Jaang.

Jaang mengungkapkan, besok, Senin 28 September 2020, pihaknya akan menggelar rapat kembali dengan jajaran terkait untuk membahas penambahan ruang isolasi.

Penulis : Ningsih

Komentar
- Advertisement -

LIHAT JUGA

- Advertisement -

TERBARU