src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js"> Tragis! Bocah 2 Tahun Tenggelam di Sungai Belayan Kukar, Ditemukan Tak Bernyawa

Tragis! Bocah 2 Tahun Tenggelam di Sungai Belayan Kukar, Ditemukan Tak Bernyawa

2 minutes reading
Monday, 12 Jan 2026 12:56 111 gleadis

HEADLINEKALTIM.CO, TENGGARONG – Kejadian bocah tenggelam Sungai Belayan tersebut terjadi pada Sabtu sore (10/1/2026) sekitar pukul 17.45 Wita di pinggir Sungai Belayan, Desa Perdana RT 01. Korban diketahui bernama Muhammad Dani Abijan (2), warga setempat yang tinggal tidak jauh dari bantaran sungai.

Dilansir dari RRI Kaltim, peristiwa bocah tenggelam Sungai Belayan bermula ketika korban bermain pasir di depan rumah dengan pengawasan ibunya, Jelita Wati. Namun, saat sang ibu masuk ke dalam rumah untuk mengambil barang, korban diduga berjalan ke bagian belakang rumah tanpa disadari.

Ibu korban sempat mengira anaknya bermain bersama kakaknya. Namun setelah kakaknya pulang ke rumah dan ditanya, diketahui korban tidak berada bersamanya. Menyadari hal tersebut, keluarga langsung panik dan melakukan pencarian di sekitar rumah dan lingkungan sekitar lokasi bocah tenggelam Sungai Belayan.

Tak lama kemudian, dua kakak korban, Dedy Rahmat (25) dan Diki Wawanda (20), yang baru pulang dari arah hulu sungai, diberi tahu bahwa adik mereka menghilang. Keduanya segera ikut melakukan pencarian, termasuk menyusuri area belakang rumah dan aliran Sungai Belayan.

Saat memeriksa bagian belakang rumah, salah satu saksi menemukan korban sudah dalam kondisi mengambang di pinggir sungai. Peristiwa bocah tenggelam Sungai Belayan itu sontak mengundang kepanikan keluarga. Korban kemudian diangkat dari sungai dengan bantuan warga dan langsung dibawa ke bidan terdekat di Desa Perdana RT 02.

Namun setelah dilakukan pemeriksaan medis, korban dinyatakan telah meninggal dunia. Berdasarkan keterangan saksi, bocah tenggelam Sungai Belayan diduga terjadi karena korban terpeleset saat hendak mengambil air untuk bermain pasir, sementara kondisi air sungai saat itu sedang mengalami kenaikan.

Pihak keluarga menerima kejadian bocah tenggelam Sungai Belayan tersebut sebagai musibah dan menyatakan menolak dilakukan visum terhadap jenazah korban. Penolakan itu disertai dengan surat pernyataan resmi dari pihak keluarga.

Korban rencananya dimakamkan pada keesokan harinya di Dusun Ketenu, Desa Perdana RT 03, Kecamatan Kembang Janggut. Kejadian bocah tenggelam Sungai Belayan ini menjadi pengingat bagi warga sekitar bantaran sungai akan pentingnya pengawasan terhadap anak-anak.

 

WhatsApp
Berita Terkini, Ikuti Saluran WhatsApp headlinekaltim.co

Gabung

banner pemkab berau baru
LAINNYA
x