24.9 C
Samarinda
Friday, January 21, 2022

Toleransi Dalam Bermedia Sosial, Keniscayaan Komunikasi Multikultural di Era Normal Baru

INDONESIA adalah satu negara yang terdiri atas berbagai suku, ras, agama, dan etnik sehingga negara kita tercinta ini disebut sebagai negara multikultural. Menjadi negara multikultural seharusnya berpotensi menjadi masyarakat lebih berinovasi dan kreatif akan berbagai macam gagasan dan ide yang berbeda.

Sayangnya hal ini juga menjadikan Indonesia menjadi rentan terhadap konflik antarsuku, etnis, maupun agama. Minimnya pengetahuan keberagaman masyarakat Indonesia menjadikan konflik ini semakin nyata dan hal ini diperparah oleh penyebaran berita hoax dan ujaran kebencian di media sosial.

Di masa pandemi COVID-19, aktivitas penggunaan media sosial semakin meningkat dilihat dari penggunaan aplikasi WhatsApp dan Instagram naik 40%. Hal ini disebabkan banyak pengguna menggunakan media sosial dalam berkomunikasi selama masa pandemi.

Pada dasarnya meningkatnya penggunaan media sosial di era normal baru diharapkan bisa mengenalkan keberagaman budaya Indonesia. Namun hal yang diharapkan ini jauh berbanding terbalik dengan realita yang terjadi di masyarakat.

Media sosial dijadikan sebagai tempat untuk mengadu domba serta menyebarkan isu yang menyebabkan perpecahan antar anggota masyarakat di Indonesia. Banyak sekali sikap intoleransi terjadi di dalam media sosial akibat kurangnya literasi pengguna sehingga kurang bijaknya dalam bermedia sosial. Sifat etnosentrisme yang mendarah daging menjadi penyebab munculnya berbagai macam perselisihan.

Suatu informasi yang disebarkan secara terus-menerus tanpa adanya filterisasi terlebih dahulu dan semakin mudahnya informasi tersebut di akses oleh netizen memudahkan berbagai macam berita hoax atau palsu ikut pula menyebar.

Sebagian kecil dari beberapa kasus intolerasi multikultural terjadi akibat tidak bijaknya pengguna media sosial. Tidak semua orang berpendidikan mampu bersikap selayaknya orang yang memiliki pendidikan.

Bukan tidak mungkin bagi kita untuk meminimalisir tindakan intolerasi yang terjadi di media sosial terutama kita sebagai masyarakat multicultural sudah terbiasa dengan perbedaan. Dalam menanggapi informasi yang beredar kita seharusnya bisa menghindari sifat ekstrimisme, radikalisme, dan ujaran kebencian.

Aktivitas penggunaan media sosial selama era normal baru sangat meningkat tajam. Kejelian masyarakat dalam membaca sebuah berita harus lebih ditingkatkan, hal ini ditegaskan dari sebuah data dari survei Program for International Student Assesment (PISA) menyatakan Indonesia berada pada peringkat 62 dari 70 negara atau memiliki tingkat literasi yang rendah. Masyarakat harus bisa melihat berita mana yang terverifikasi dan tidak untuk membedakan berita yang terpercaya dan bohong.

Bijak dalam bersosial media juga menjadi fondasi dalam meningkatkan sifat toleransi dalam bersosial media. Tidak menyikapi secara berlebihan dan bersikap netral terhadap suatu berita menjadi salah satu aksi nyata yang bisa dilakukan oleh masyarakat dalam membangun kebersamaan di era normal baru.

Sebagai agent of change kita sebagai generasi Z harus bisa berfikir lebih luas dan terbuka dibandingkan sebelumnya untuk membangun Indonesia lebih baik dan lebih maju dalam keberagaman dan menjadikan keberagaman itu bukan sebagai hambatan melainkan sebuah sesuatu yang unik serta sebagai nilai tambah yang tidak dimiliki oleh negara lain. (**)

Tim Penulis:  Galang Nur Insani, Indah Hairunissa Eka Nurjunita, Muhammad Riezanur Aslami. Mahasiswa Universitas Mulawarman, Program Studi Ilmu Komunikasi

Sumber referensi:

https://www.wantiknas.go.id/id/berita/akses-digital-meningkat-selama-pademi

https://jateng.inews.id/berita/pandemi-COVID-19-pelanggaran-intoleransi-di-indonesia-

meningkat/2

https://utaratimes.pikiran-rakyat.com/internasional/pr-1192540607/sambut-hari-aksara-

internasional-2021-tingkat-literasi-indonesia-di-ranking-62-dari-70-negara

https://kumparan.com/kumparannews/kronologi-kasus-penistaan-agama-muhammad-kece-

berujung-bui-1wPYtUuG2aN

https://www.suara.com/bola/2021/03/25/150113/pssi-angkat-bicara-soal-kasus-rasisme-yang-

Komentar

LIHAT JUGA

- Advertisement -

TERBARU