24.4 C
Samarinda
Sunday, May 16, 2021

Toko Terbakar, Kaki Melepuh, Angsuran Bank dan Sewa Jadi Beban Janda 4 Anak Ini

HEADLINEKALTIM.CO, TENGGARONG – Wajah Rosmawati (36) terlihat syok. Sesekali dia menyeka wajahnya yang sayu. Perempuan ini jadi korban musibah kebakaran. Si jago merah melahap tokonya di Jalan Kartini, Tenggarong, Kutai Kartanegara, Selasa 4 Mei 2021.

Rosmawati, ibu empat anak, tentu gundah gulana. Di bulan Ramadan ini dia harus menghadapi ketidakpastian. Seluruh barang jualannya ludes terbakar.

Dalam beberapa hari ke depan, beberapa tagihan sewa dan angsuran kredit harus dibayarkan. Seolah menambah kepedihan hatinya, api juga melukai salah satu anggota tubuh wanita tersebut.

“Ini kaki yang sebelah kiri saya melepuh, sudah diolesi pakai pepsodent, demi mengurangi rasa sakit, ” keluh Rosma, saat ditemui Headlinekaltim.co. Selasa 4 Mei 2021.

Rosma menuturkan, dirinya masih bingung harus berbuat apa. Dia hanya menatap puing-puing yang tersisa. “Bingung mau membenahi barang-barang yang berantakan ini. Mulainya dari mana,” ucapnya dengan tatapan kosong.

Toko Rosma menjual sembako, bumbu dapur, arang, rokok serta tabung elpiji 3 Kg.

“Bulan ini harus bayar sewa tanah toko Rp 4,5 juta dan harus bayar juga angsuran bank Rp 1,2 juta, pusing saya, ” keluhnya.

Dengan musibah ini, Rosma merasa tidak mungkin bisa membayar angsuran tersebut. Dia berniat mendatangi bank dan pemilik tanah agar bisa diberi keringanan pembayaran.

“Besok saya mau datangi bank, minta keringanan, siapa tahu bank mau berikan, lagian saya tidak telat pembayaran selama jualan, normal,” ujarnya.

Baca Juga  Sudah Lama Jadi Target, Pak Kumis Tak Berkutik Saat Digerebek

Rosma bertutur sudah tidak memiliki tabungan. Sebab, baru saja dia belanja barang untuk memenuhi toko. Apa daya, musibah datang. Tak bilang-bilang.

“Untungnya kebakaran tidak sampai ke rumah sebelah, ” jelasnya.

Meskipun begitu, dia bertekad untuk bangkit dan berjibaku memulihkan perekonomiannya. Sebab, Rosma adalah single parent.

Baca Juga  Terjadi Berdekatan, Dua Kali Kebakaran Terjadi di Kampung Baqa Patut Jadi Pelajaran

Sejak bercerai dengan suaminya, praktis dia bertarung sendirian menghidupi empat anak. Anak sulungnya berumur 17 tahun, sedangkan yang bungsu masih berumur 3,5 tahun.

“Sejak pisah, bapaknya anak-anak tidak memberikan nafkah, semua ditopang dengan saya. Pengeluaran yang paling besar buat anak sulung yang sekolah di Ponpes Tursina Sungai Siring Samarinda, jurusan Tahfidz Qur’an, ” ucapnya.

Rosma bercerita, dia juga menjual bensin botolan sudah sejak lama. Sejak masih membuka toko di Kelurahan Sukarame, Tenggarong. Dia sudah memutuskan untuk menyudahi berjualan bensin.

“Sudah dapat teguran dari polisi, jangan jualan bensin lagi, ” paparnya.

Kapolsek Tenggarong IPTU Rachmad Andika mengatakan, penyebab kebakaran di jalan Kartini diduga puntung rokok pembeli yang menyulut salah satu tutup botol bensin di toko Rosma.

“Kami dapat keterangan awal, dugaan kebakaran dari puntung rokok. Pemadaman tidak lama, tim bergerak cepat memadamkan api,” sebutnya.

Andika berpesan, kepada masyarakat, untuk berhati-hati terhadap penyebab kebakaran.

Penulis: Andri
Editor: MH Amal

Komentar

- Advertisement -spot_img

LIHAT JUGA

- Advertisement -spot_img

TERBARU

spot_img
Komentar