HEADLINEKALTIM.CO, TENGGARONG - Klinik hewan milik Dinas Pertanian dan Peternakan (Distannak) Kukar lebih banyak melayani vaksinasi hewan kucing dan anjing. Namun, ada juga pemilik hewan lain yang minta ditangani. "Pernah orang bawa peliharaan kera datang ke klinik untuk pemberian vaksin Rabies," sebut Dokter Klinik Hewan, drh. Arda, Kamis 16 April 2026. Pemberian vaksin rabies sebagai bentuk pencegahan terhadap hewan yang berpotensi menyebarkan virus rabies. Seperti kucing, anjing, rakun, kelinci, kera dan kelelawar. "Namanya pemberian vaksin, ya untuk pencegahan agar tidak terkena virus rabies kepada hewan peliharaan kita," ungkapnya. Selama bertugas di Kukar, sebelumnya Arda bertugas di Jakarta, belum pernah menemukan kasus rabies pada hewan. Distannak rutin memberikan vaksin rabies secara gratis pada momen-momen tertentu. "Kita aktif beri vaksin rabies secara gratis. Saat ini vaksin tersedia di klinik hewan. Pemilik bisa bawa peliharaannya ke klinik. Tergantung kesadaran pemilik hewan saja," ujarnya. Adapun tanda-tanda hewan yang terkena rabies, beber dia, bisa terlihat dari perilaku. Hewan lebih agresif dan ingin menyerang serta takut dengan air hingga cahaya matahari. Jika hewan sudah terkena virus rabies, hewan akan mati dengan sendirinya. "Dalam jangka waktu lama, hewan yang sudah positif rabies akan mati dengan sendirinya," tegasnya. Klinik hewan milik Distannak tidak menyediakan layanan sterilisasi hewan atau penanganan kasus kecelakaan berat. Ini karena tak ada fasilitas rawat inap, serta penjaga yang siaga menjaga hewan. Jam layanan klinik hewan berdasarkan jam kerja ASN. "Jika butuh rawat inap, maka akan kami rekomendasikan ke klinik hewan mandiri, akan ditangani secara intens," ungkapnya. Adapun biaya jasa layanan bagi warga yang ingin mengobati hewan kesayangannya bisa digratiskan sepanjang tersedia obat di klinik. Jika memerlukan beli obat dari luar, maka pemilik dibebankan biaya tambahan. "Disini hanya tersedia dua orang dokter, satu dokter lagi diperbantukan ke Pusat Kesehatan Hewan (Puskeswan) Loa Kulu," terangnya. Kukar memiliki wilayah yang luas. Sementara sektor peternakan terus berkembang. Masih kekurangan dokter hewan karena hanya ada empat dokter hewan yang harus saling bantu jika dibutuhkan antar Puskeswan. "Kukar punya lima Puskeswan yang tersebar di lima kecamatan. Idealnya, satu kecamatan diisi dua sampai tiga orang dokter," pungkasnya.(Andri) Berita Terkini, Ikuti Saluran WhatsApp headlinekaltim.co Gabung