src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js">
Ilustrasi. (sumber:news.detik.com)HEADLINEKALTIM.CO, SAMARINDA – Studi Status Gizi Indonesia (SSGI) mencatat prevalensi angka stunting Indonesia di tahun 2022 turun ke angka 21,6 persen.
Kendati demikian, Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Samarinda optimistis mendorong angka stunting hingga tahun 2024 hingga 11 persen dibandingkan target angka stunting nasional yang telah ditetapkan pusat sebesar 14 persen pada tahun 2024 mendatang.
Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinkes Kota Samarinda dr. Siti Nurriyatus Zahrah membeberkan bahwa pihaknya akan mendorong secara masif program Continuum of Care, sebagai program utama menekan angka stunting.
“Program yang kita dorong Continuum Of Care,” ujarnya kepada headlinekaltim.co, pada Senin 6 Februari 2023.
Continuum Of Care ini program edukasi 1000 hari untuk memastikan kelahiran yang sehat dari berbagai faktor yang mempengaruhi kehidupan.
Pihaknya akan memberikan edukasi yang menyeluruh dari pola hidup hingga kelengkapan gizi.
“Kita akan berikan edukasi atas kelengkapan gizi. Edukasi ini termasuk edukasi terhadap calon pengantin,” ujarnya.
dr. Siti juga menegaskan bahwa sasaran utama mereka adalah remaja-remaja putri.
Namun, remaja laki-laki juga tetap akan disasar terkait kebiasaan merokok karena memengaruhi kualitas sperma. Ini juga berhubungan dengan personal stunting.
Penulis: Erick