23 C
Samarinda
Thursday, August 11, 2022

Tak Sentuh Privasi, Pansus Perda Ketahanan Keluarga Matangkan Naskah Akademik

HEADLINEKALTIM.CO, SAMARINDApan> Terkendala draf naskah akademik (Nasmik) yang dianggap terlalu minimalis, Ketua Panitia Khusus (Pansus) Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Penyelenggaraan Ketahanan Keluarga DPRD Kaltim Ely Hartati Rasyid mengajukan perpanjangan waktu penyelesaian hingga 3 bulan ke depan.

Menurutnya, diperlukan pengayaan lebih dalam untuk mematangkan draf hingga disahkan sebagai Perda. Sehingga Pansus terus menggali informasi-informasi yang berkaitan dengan Raperda tersebut ke daerah-daerah lain yang lebih dulu memiliki Perda Penyelenggaraan Ketahanan Keluarga.

“Draf naskah akademik (yang sekarang) terlalu minimalis, jadi mungkin 3 bulan kerja keras supaya terpenuhi waktunya. Selain itu, karena minimalisnya itu, perlu pengayaan. Kemudian dengan kunjungan kerja berfokus pada daerah yang sudah punya Perda Ketahanan Keluarga,” katanya pada awak media, baru-baru ini.

“Indonesia yang sudah punya (Perda Ketahanan Keluarga, red) sudah 20-an kabupaten dan provinsi. Makanya kami fokus ke sana,” sambung Ely Hartati Rasyid.

Beberapa provinsi yang didatangi Pansus diantaranya Jawa Barat dan Nusa Tenggara Barat. Pada penerapannya, di masing-masing Kabupaten dan provinsi berbeda-beda.

“Kita ke Jabar, karena di sana inisiator Perda Ketahanan Keluarga. Di sana luar biasa penerapannya, bahkan di Indonesia sudah online. NTB juga ada dengan pembiayaan yang sedikit, tapi bisa,” sebutnya.

Masih kata dia, Raperda Penyelenggaraan Ketahanan Keluarga meliputi semua aspek kehidupan, yang dimulai dari tingkatan terendah dalam masyarakat. Namun begitu diakui Politisi Partai PDIP ini, penolakan terhadap Raperda tersebut juga terjadi di beberapa daerah. Dan untuk menghindari hal serupa, tim Pansus tidak memfokuskan pada hal-hal yang sifatnya privat.

“Perda ini meliputi semua, mulai yang menyangkut hal kecil, padahal manfaatnya untuk ketahanan negara. Nah secara nasional, Perda ini menjadi isu yang seksi. Makanya kita tidak menyentuh hal yang privat. Jadi kita mengatur ketahanan ekonomi, perlindungan, paparan dari radikalisme, gadget komunikasi, kesehatan, perlindungan anak,” bebernya.

Kembali disinggung mengenai target penyelesaian Raperda Ketahanan Keluargapan>, Ely Hartati Rasyid mengaku pihaknya akan mengupayakan penyelesaian sesegera mungkin.

“Kita coba minta perpanjangan 3 bulan untuk penambahan dan memperkaya materi. Kemudian harya menyamakan juga dengan kondisi geografis, keberagaman kita, culture yang harus diadopsi, termasuk untuk kebaikan negara,” pungkasnya. (Advetorial)

Penulis : Ningsih

Komentar
- Advertisement -

LIHAT JUGA

- Advertisement -

TERBARU