src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js"> Pemerintah Pastikan Pelaksanaan Haji 2026 Lancar di Tengah Konflik Timteng

Pemerintah Pastikan Pelaksanaan Haji 2026 Lancar di Tengah Konflik Timteng

2 minutes reading
Friday, 10 Apr 2026 10:35 13 gleadis

HEADLINEKALTIM.CO, JAKARTA – Pelaksanaan haji 2026 menjadi perhatian utama pemerintah di tengah situasi geopolitik yang memanas. Meski demikian, pemerintah memastikan penyelenggaraan ibadah haji tetap berjalan lancar tanpa membebani jemaah.

Dilansir dari detik.com, pemerintah melalui Kementerian Haji dan Umrah menegaskan bahwa persiapan pemberangkatan jemaah haji 2026 telah matang, meskipun konflik di kawasan Timur Tengah turut memberi dampak pada sejumlah aspek teknis.

Wakil Menteri Haji dan Umrah RI, Dahnil Anzar Simanjuntak, mengatakan bahwa jadwal keberangkatan jemaah tetap sesuai rencana. Kloter pertama dijadwalkan berangkat pada 22 April 2026.

“Sampai dengan detik ini kita sudah matang akan memberangkatkan jamaah mulai tanggal 22 April kloter pertama,” kata Dahnil, Jumat (10/4/2026).

Ia mengungkapkan, konflik yang terjadi di Timur Tengah berimbas pada kenaikan biaya penerbangan. Namun, pemerintah memastikan tambahan biaya tersebut tidak akan dibebankan kepada jemaah haji Indonesia.

“Presiden Prabowo sudah memberikan Perintah agar semua kenaikan biaya terkait dengan penerbangan tidak boleh dibebankan kepada jamaah, negara yg harus mencari solusi untuk meringankan. Maka, sekarang kami sedang mencari skema pembiayaan dari APBN dan Keuangan yg dikelola BPKH (Badan Pengelola Keuangan Haji),” jelasnya.

Selain sektor transportasi, dampak konflik juga dirasakan pada aspek logistik di Arab Saudi. Kendati demikian, pemerintah Indonesia telah melakukan koordinasi dengan pihak Kerajaan Arab Saudi untuk memastikan kebutuhan jemaah tetap terpenuhi.

Menurut Dahnil, pemerintah Arab Saudi memberikan jaminan ketersediaan logistik selama musim haji dalam kondisi aman. Hal itu mencakup kebutuhan pangan, energi, hingga pasokan air bagi jemaah.

“Pemerintah kerajaan Saudi Arabia memberikan jaminan bahwa kesediaan logistik pangan, energi dan air selama musim haji 3 bulan ke depan lebih dari cukup, dan mereka memberikan jaminan bahwa pelaksanaan haji akan berjalan sebagaimana mestinya dan akan tetap aman dan nyaman,” ujarnya.

Ia pun optimistis jemaah Indonesia dapat menjalankan ibadah dengan tenang dan khusyuk, meski situasi global sedang tidak stabil.

“Insyaallah kita bisa beribadah dengan khusyuk, haji adalah ibadah yang menyerukan perdamaian,” imbuhnya.

banner pemkab berau baru
LAINNYA
x