src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js">
(Foto: Humas/Polres Paser) HEADLINEKALTIM.CO, TANA PASER – Penemuan kerangka Umar Slamet (45) di Desa Long Gelang, Kecamatan Long Ikis, Kabupaten Paser, menggegerkan warga pada Rabu, 4 Maret 2026. Sosok pria yang dilaporkan tak pulang selama hampir tiga bulan itu ditemukan dalam kondisi tinggal tulang belulang dan masih mengenakan pakaian terakhirnya. Kasus kerangka Umar Slamet ini sontak menjadi perhatian masyarakat setempat.
Dilansir dari RRI Samarinda, jasad tersebut ditemukan di ladang milik Uhan (42), warga RT001 Desa Long Gelang. Identitas kerangka Umar Slamet diketahui berdasarkan keterangan saksi dan pengenalan pakaian oleh pihak keluarga.
Korban tercatat sebagai warga RT001 Desa Kerta Bhakti, Kecamatan Long Ikis. Selain Uhan selaku pemilik kebun, polisi juga mendata saksi lain bernama Julianto (53), warga RT003 Desa Long Gelang, yang mengaku pernah bertemu dan memberi makan korban di pondok kebun yang tidak jauh dari lokasi penemuan kerangka Umar Slamet.
Berdasarkan rilis Humas Polres Paser, pada Selasa, 3 Maret 2026 sekitar pukul 19.00 Wita, anggota Polsek Long Ikis menerima informasi dari Ketua RT setempat terkait temuan mayat di kebun tersebut. Keesokan paginya sekitar pukul 08.00 Wita, Kanit Reskrim bersama empat personel Polsek Long Ikis mendatangi lokasi kejadian.
Petugas tiba di tempat kejadian perkara (TKP) bersama Kepala Desa Long Gelang, warga, petugas Puskesmas Long Gelang, dan keluarga korban. Setibanya di lokasi, benar ditemukan kerangka Umar Slamet di dekat pondok kebun.
Kronologi penemuan bermula ketika Uhan mendatangi kebunnya pada Selasa sore sekitar pukul 16.00 Wita setelah lama tidak berkunjung. Ia mencium bau menyengat di sekitar pondok. Setelah mencari sumber bau, Uhan menemukan sosok mayat yang kemudian diketahui sebagai kerangka Umar Slamet.
Uhan segera kembali ke kampung dan memberi tahu warga. Informasi itu sampai kepada Julianto, yang kemudian menghubungi kakak korban, Ruslianto. Saat tiba di lokasi pada Rabu pagi, Ruslianto memastikan bahwa jasad tersebut adalah adiknya dari pakaian terakhir yang dikenakan sebelum meninggalkan rumah sekitar tiga bulan lalu.
Proses evakuasi kerangka Umar Slamet dilakukan oleh personel Polsek Long Ikis bersama warga setempat. Jenazah kemudian dibawa menggunakan ambulans Puskesmas Long Gelang menuju rumah duka di Desa Kerta Bhakti, Kecamatan Long Ikis.
Atas peristiwa kerangka Umar Slamet ini, pihak keluarga menyatakan menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan menolak dilakukan autopsi. Aparat memastikan penanganan berjalan tertib dan situasi tetap kondusif selama proses evakuasi berlangsung.