src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js"> DEN Tekankan Antisipasi Dini dan Penguatan Cadangan Energi Nasional

DEN Tekankan Antisipasi Dini dan Penguatan Cadangan Energi Nasional

2 minutes reading
Thursday, 5 Mar 2026 10:53 38 gleadis

HEADLINEKALTIM.CO, JAKARTA – Cadangan energi nasional menjadi sorotan di tengah meningkatnya ketidakpastian geopolitik global. Dewan Ekonomi Nasional (DEN) menilai penguatan cadangan energi nasional harus dipercepat agar ketahanan energi Indonesia tidak goyah saat terjadi gejolak internasional. Upaya membangun cadangan energi nasional hingga setara standar internasional dinilai krusial demi menjaga stabilitas pasokan dan kedaulatan energi nasional.

Dilansir dari RRI, Anggota Dewan Ekonomi Nasional, Saleh Abdurrahman, menegaskan Indonesia tidak boleh menunggu krisis terjadi sebelum memperkuat cadangan energi nasional, terutama di tengah dinamika konflik di Timur Tengah.

“Karena selama urusan yang di Timur Tengah ini belum tuntas, maka potensi ini selalu harus diantisipasi. Kita tidak boleh menunggu krisis terjadi baru kita bergerak, kita harus bergerak dari awal,” kata Anggota DEN Saleh Abdurrahman saat berdialog dengan RRI PRO3 di Jakarta, Rabu, 4 Maret 2026.

Ia menjelaskan bahwa Indonesia memang telah memiliki regulasi terkait cadangan operasional. Namun, cadangan energi nasional dalam bentuk penyangga strategis masih dalam tahap pengisian bertahap. Targetnya, cadangan energi nasional dapat mencapai 30 hari, sebagaimana praktik di sejumlah negara maju.

Menurut Saleh, situasi global saat ini menjadi momentum untuk mempercepat realisasi cadangan energi nasional yang telah lama dirancang. Kondisi ekstrem yang melibatkan banyak negara teluk penghasil energi dinilai berpotensi memicu gangguan pasokan jika tidak diantisipasi sejak dini.

Selain memperkuat cadangan energi nasional, ia juga mengapresiasi kebijakan mandatori biodiesel B40 yang dinilai efektif mengurangi impor solar. Dengan campuran biodiesel 40 persen, kebutuhan solar murni berkurang sehingga membantu memperkuat ketahanan energi nasional.

“Artinya untuk B40 ini impact-nya sangat bagus buat kebijakan tenangan energi kita. Kemandirian energi kita, maupun kedaulatan energi kita saya kira,” ucapnya.

Ke depan, rencana mandatori bioetanol yang dijadwalkan mulai 2028 juga diproyeksikan semakin menekan ketergantungan impor energi. Saleh turut mengimbau masyarakat mampu agar beralih menggunakan BBM dan LPG non-subsidi guna menjaga beban fiskal sekaligus memperkuat cadangan energi nasional.

Sebelumnya, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Bahlil Lahadalia, mengungkapkan stok BBM dan LPG nasional saat ini berada di atas standar minimum nasional, yakni 21 hari.

Bahlil menyebut seluruh cadangan yang tersedia telah melampaui batas minimum tersebut. Meski demikian, kapasitas penyimpanan maksimal saat ini baru berkisar 25 hingga 26 hari, sehingga penguatan cadangan energi nasional masih menjadi pekerjaan rumah pemerintah.

“Makanya sekarang pemerintah lagi sedang berusaha untuk membangun storage (penyimpanan) yang kapasitasnya bisa sampai dengan 3 bulan. Karena itu standar internasional,” ujarnya.

 

WhatsApp
Berita Terkini, Ikuti Saluran WhatsApp headlinekaltim.co

Gabung

banner pemkab berau baru
LAINNYA
x