src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js">
Tari tradisional Suku Dayak, Kabupaten Berau. (Foto: Riska/headlinekaltim.co)
HEADLINEKALTIM.CO, TANJUNG REDEB – Anggota Komisi II DPRD Berau Sutami menilai pertunjukan tari tradisional mulai gencar dilakukan pada berbagai event yang digelar. Hal tersebut menjadi upaya untuk melestarikan tarian di Kabupaten Berau.
Berau memiliki tiga suku asli yakni, Banua, Bajau, dan Dayak. Selain untuk menghibur, pertunjukan tari tradisional, ini bertujuan untuk memperkenalkan seni dan budaya kepada wisatawan yang datang ke Berau.
“Pada Peringatan Hari Jadi Kabupaten Berau, kita selalu disuguhkan tari kolosal dari 3 suku tersebut. Hal ini bertujuan untuk menjaga dan melestarikan warisan budaya Berau,” ungkapnya.
DPRD mendorong pelestarian tari tradisional di Bumi Batiwakkal. Salah satunya dengan dengan memperkenalkan seni tari sejak dini di sekolah-sekolah.
Sutami menekankan agar dinas terkait melakukan berbagai program strategis untuk menjaga dan melestarikan tari tradisional yang ada di Kabupaten Berau. “Kami mendorong agar dinas terkait juga dapat menyiapkan fasilitas penunjang seperti sanggar maupun ruang latihan bagi para penari,” ungkapnya.
Politikus Partai Gerindra ini berharap Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau dapat mendukung melalui kebijakan berupa anggaran dan sarana prasarana sehingga para penari dapat latihan dengan maksimal.
Selain itu, keterlibatan komunitas-komunitas di Berau juga sangat penting untuk melestarikan kebudayaan dan mengarsipkannya agar tetap terjaga, terutama pada era digitalisasi.
“Saya harap Pemerintah Daerah melibatkan dan memberdayakan anak muda untuk ikut menjaga kebudayaan di Kabupaten Berau,” tuturnya.
Kata dia, salah satu cara lain agar tarian juga semakin lestari adalah dengan menggelar lomba tari. Sehingga, para pelajar menjadi semangat dan termotivasi untuk belajar tarian yang ada di Berau. (Adv/Riska)