src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js">
Ketua Komisi II DPRD Berau, Rudi P Mangunsong. (Foto: Riska/headlinekaltim.co)
HEADLINEKALTIM.CO, TANJUNG REDEB – DPRD Berau minta Pemerintah Daerah untuk memaksimalkan konsumsi pangan berbasis beragam, bergizi, seimbang dan aman (B2SA) di Bumi Batiwakkal. Keanekaragaman konsumsi pangan penting dalam memenuhi kebutuhan gizi pada masyarakat khususnya anak-anak.
Ketua Komisi II DPRD Berau, Rudi P Mangunsong menyampaikan, selama ini masyarakat cenderung mengonsumsi makanan cepat saji. Jika ini dikonsumsi setiap hari, tentu tidak baik bagi kesehatan tubuh. “Saya harap masyarakat menyadari pentingnya konsumsi pangan berbasis B2SA ini,” tuturnya.
Rudi mengatakan, Dinas Pangan Berau tengah membuat Peraturan Daerah (Perda) tentang Ketahanan Pangan. Ia minta agar Dinas Pangan gencar melakukan sosialisasi mengenai konsumsi pangan berbasis B2SA.
Kata dia, Pemenuhan gizi masyarakat juga harus dibarengi dengan potensi dan kearifan lokal di Kabupaten Berau. “Bukan saja untuk mencegah stunting pada anak-anak saja, tetapi orang dewasa juga harus makan makanan bergizi,” ucapnya.
Selain beras, ada banyak alternatif yang dapat memenuhi kebutuhan karbohidrat seperti jagung, ubi kayu, ubi jalar, sagu, dan pisang. Ragam pangan lokal ini lebih ekonomis dan mudah didapatkan masyarakat. “Bergizi tidak harus mahal. Semua itu ada di sekitar kita,” tegasnya.
Menurutnya, wilayah di Kabupaten Berau bisa dimanfaatkan sebagai sumber pangan lokal. Ia mendorong dinas terkait untuk melakukan strategi percepatan untuk mengonsumsi keanekaragaman pangan lokal.
“Sumber pangan harus dikelola dengan baik, tata caranya, nutrisinya, karena bergizi ini untuk menciptakan generasi yang lebih baik,” ucapnya.
Rudi juga berpesan kepada masyarakat untuk mengurangi makanan cepat saji. Ia berharap orang tua di Kabupaten Berau dapat memberikan makanan berbasis B2SA kepada anaknya.
“Hal yang penting adalah pemenuhan standar gizi pada makanan yang dikonsumsi oleh masyarakat di Bumi Batiwakkal,” pungkasnya. (Adv55/Riska)