src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js"> Studi: Kimchi Berpotensi Jadi Superfood Baru, Bantu Turunkan Tekanan Darah dan Gula Darah

Studi: Kimchi Berpotensi Jadi Superfood Baru, Bantu Turunkan Tekanan Darah dan Gula Darah

2 minutes reading
Tuesday, 28 Oct 2025 11:15 180 gleadis

HEADLINEKALTIM.CO – Kimchi disebut berpotensi menjadi superfood baru berkat kandungan probiotik, antioksidan, serta manfaatnya bagi kesehatan jantung dan kadar gula darah. Makanan fermentasi asal Korea Selatan ini mulai disejajarkan dengan superfood populer seperti brokoli, salmon, dan buah beri.

Dilansir dari CNN Indonesia, penelitian yang dilakukan oleh University of Connecticut College of Agriculture, Health, and Natural Resources (CAHNR) meninjau sembilan studi tentang manfaat kesehatan kimchi yang diterbitkan antara 2011 hingga 2023. Hasilnya, konsumsi kimchi terbukti membantu menurunkan kadar gula darah, trigliserida, dan tekanan darah tinggi (hipertensi).

“Hasilnya, kimchi memberikan manfaat untuk kadar gula darah saat puasa, trigliserida, dan hipertensi,” ujar Ock Chun, salah satu peneliti yang terlibat dalam studi tersebut, dikutip dari laman University of Connecticut.

Dalam temuan itu, individu yang rutin mengonsumsi kimchi memiliki kadar glukosa darah puasa sekitar 1,93 mg/dL lebih rendah dibandingkan mereka yang tidak mengonsumsinya. Tekanan darah mereka juga menurun rata-rata 3,48/2,68 mmHg. “Dalam praktik klinis, penurunan tekanan darah sistolik sebesar 5 mmHg saja dianggap signifikan,” tambah Chun.

Menariknya, para peneliti menilai efek penurunan tekanan darah ini cukup unik, mengingat kimchi mengandung natrium tinggi, yang umumnya dapat memicu hipertensi. Chun menjelaskan, “Komponen lain dalam kimchi, seperti bakteri baik, dapat mengimbangi efek hipertensi yang disebabkan oleh natrium.”

Kimchi termasuk makanan fermentasi yang kaya probiotik — bakteri baik yang berperan penting dalam menjaga keseimbangan mikrobioma usus. Keseimbangan mikrobioma ini berpengaruh besar terhadap kesehatan pencernaan dan diyakini dapat menurunkan risiko kanker usus besar.

Dokter Shad Marvasti, pakar kesehatan yang tidak terlibat dalam penelitian, turut mengakui potensi kimchi sebagai superfood. “Ia menggabungkan kekuatan fermentasi probiotik dengan sayuran padat nutrisi,” ujarnya kepada Fox News.

Selain probiotik, kimchi juga mengandung serat dari sayuran serta vitamin A, C, dan K yang berfungsi sebagai antioksidan. Namun, Marvasti mengingatkan agar masyarakat tetap memperhatikan kandungan natriumnya. “Bagi kebanyakan orang dewasa yang sehat, asupan kimchi sedang bukanlah masalah. Tapi, orang dengan tekanan darah tinggi atau penyakit jantung harus memperhatikan bagaimana kimchi memenuhi total asupan natrium harian mereka,” katanya.

Ia juga menambahkan bahwa rasa pedas pada kimchi bisa memicu mulas atau asam lambung pada orang dengan sensitivitas tinggi. Karena itu, Marvasti menyarankan agar konsumsi kimchi dilakukan secara seimbang. “Kuncinya adalah keseimbangan. Porsi kecil seiring waktu dapat memberikan dampak yang besar,” ujarnya.

 

WhatsApp
Berita Terkini, Ikuti Saluran WhatsApp headlinekaltim.co

Gabung

LAINNYA
x