src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js"> Sri Wahyuni Soroti Pentingnya Literasi Ekowisata Dalam Pengelolaan Wisata Danau Kakaban

Sri Wahyuni Soroti Pentingnya Literasi Ekowisata Dalam Pengelolaan Wisata Danau Kakaban

2 minutes reading
Friday, 28 Feb 2025 00:31 243 huldi amal

HEADLINEKALTIM.CO, SAMARINDA – Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Timur, Sri Wahyuni, menegaskan pentingnya literasi dalam pengelolaan ekowisata, khususnya terkait keberadaan ubur-ubur tak menyengat di Danau Kakaban.

Hal tersebut disampaikannya saat menjadi keynote speaker dalam Marfish Seminar Series 01 bertajuk, Danau Kakaban: Profiling Destinasi Ekowisata di dalam Kawasan Konservasi Perairan dan Rekomendasi Model Pengelolaannya. Seminar ini berlangsung di Ruang Teater Gedung Prof. Dr. H. Masjaya, Universitas Mulawarman, Samarinda, Kamis 27 Februari 2025.

Dalam pemaparannya, Sri Wahyuni menyebutkan bahwa ekowisata adalah aset purbakala yang memiliki nilai konservasi tinggi. Ia mencontohkan ubur-ubur yang terperangkap di Danau Kakaban selama jutaan tahun lalu hingga berevolusi menjadi spesies yang tidak menyengat.

“Ekowisata adalah aset purbakala yang kita miliki. Seperti ubur-ubur Danau Kakaban yang berevolusi dan kini menjadi ikon ekowisata yang unik,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa ekowisata tidak hanya tentang destinasi alam dan daya tarik wisata, tetapi juga memiliki unsur edukasi dan literasi. Dengan literasi yang kuat, wisatawan yang datang ke kawasan ekowisata tidak sekadar berlibur, tetapi juga turut menjaga kelestarian lingkungan dan biota yang ada.

Seminar ini diselenggarakan oleh Laboratorium Pengembangan Masyarakat Pesisir Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) Unmul. Dibuka oleh Wakil Rektor Bidang Akademik Unmul, Prof. Dr. Lambang Subagyo, yang didampingi Dekan FPIK, Dr. Komsanah Sukarti.

Acara ini menghadirkan berbagai panelis dari Dinas Pariwisata Kaltim, Dinas Kelautan dan Perikanan Kaltim, serta Polnes Samarinda, M. Fauzan Noor. Selain itu, WWF Indonesia dan mahasiswa FPIK Unmul juga turut hadir dalam diskusi ini.

Sesi seminar dimoderatori oleh Ainun Nimatu Rohmah dan menghadirkan dua pemateri utama. Anargha Setiadi dari Pusat Riset Perubahan Iklim Universitas Indonesia memaparkan materi “Profil Bio-Ekologi Danau dan Ubur-Ubur Endemik di Danau Kakaban”, sementara Anugrah Aditya B. dari FPIK Unmul menjelaskan “Daya Dukung Danau Kakaban untuk Kegiatan Ekowisata”.

Di akhir sambutanya, Sri Wahyuni mengapresiasi inisiatif Universitas Mulawarman dalam menyelenggarakan seminar ini.  Dia berharap lahir ide-ide serta kajian lebih lanjut terkait ekowisata di Kalimantan Timur.

“Ini adalah bentuk komitmen Universitas Mulawarman untuk memastikan ekowisata di Kaltim tetap terjaga dengan baik,” pungkasnya. (Said)

 

Berita Terkini di Ujung Jari Anda! Ikuti Saluran WhatsApp Headline Kaltim untuk selalu up-to-date dengan berita terbaru dan Temukan berita populer lainnya di Google News Headline Kaltim

banner pemkab berau baru
LAINNYA
x