src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js">

HEADLINEKALTIM.CO, SAMARINDA – Bagi orang tua yang mengutamakan pembentukan karakter pada anak, Islamic boarding school seringkali jadi pilihan utama. Sebab, sekolah berbasis asrama dianggap lebih unggul dalam mendidik siswa, baik dari sisi akademik, karakter, hingga religi.
Apalagi seperti yang Anda tahu, mendidik anak di era digital sering menjadi masalah bagi orang tua. Akses teknologi yang mudah didapat, dan pergaulan yang begitu luas di internet membuat mereka khawatir hal tersebut dapat membawa dampak buruk pada anak. Sehingga memilih boarding school sebagai tempat pendidikan yang tepat.

Selain karena fasilitas yang memadai, proses pembelajaran yang intensif, banyak orang tua memilih boarding school karena memiliki lingkungan yang terjaga dari sisi keamanan, dan dirasa mampu mendidik anak menjadi karakter yang disiplin dan berprestasi.
Di samping itu, aspek keagamaan juga tak luput jadi pertimbangan orang tua. Banyak dari mereka yang memilih islamic boarding school. Tujuannya agar anak dapat menyeimbangkann antara akademik dan aspek religi.
Lingkungan yang terjaga dengan baik juga jadi salah satu alasan orang tua memilih boarding school. Di SMA Dwiwarna misalnya, akses siswa untuk berada di luar lingkungan sekolah sangat dijaga dengan ketat, karena semua yang mereka butuhkan sudah tersedia.
Sekolah juga menerapkan sistem keamanan berlapis, dan menerapkan jam malam untuk memastikan siswa berada di kamarnya masing-masing tepat waktu.
Islamic boarding school adalah pilihan tepat bila ingin menyeimbangkan antara akademik dan religi. Sebab boarding school selalu menggunakan kurikulum dan metode pembelajaran terbaru, dan selalu terintegrasi dengan pembelajaran lainnya.
Di SMA Dwiwarna, selain pembelajaran di kelas, siswa juga memiliki sejumlah program berbasis keagamaan yang bisa diikuti. Ada yang sifatnya wajib, dan ada pula yang bisa dipilih sesuai keinginan.
Sekolah memiliki program pengembangan keagamaan yang melibatkan sejumlah aktivitas, seperti shalat wajib 5 waktu berjamaah, melakukan shalat dhuha bersama, belajar membaca Al-Quran lewat program Tahfiz dan Tahsin.
Siswa juga diikutsertakan dalam berbagai peringatan hari besar Islam, seperti Ramadhan Day, Idul Adha, Maulid Nabi, tahun baru Hijriyah dan sejumlah peringatan hari besar lainnya.
Aspek religi tidak selalu tentang bagaimana hubungan manusia dengan tuhannya, tetapi juga hubungan dengan sesama. Contohnya bisa kita lihat dalam program pengabdian kepada masyarakat.
Dalam program ini SMA Dwiwarna Boarding School telah menyiapkan sejumlah aktivitas seperti Global Youth Service Day (GYSD), kegiatan ini meliputi aktivitas donor darah, pengobatan gratis untuk masyarakat sekitar, dan kegiatannya lainnya.
Ada pula Sepekan Bersama Masyarakat (SBM). Program ini memungkinkan siswa mengikuti kegiatan rutin warga, pengobatan gratis dan pemberian bantuan.
Selain dari sisi religi, kemampuan akademik siswa turut diperkaya dengan serangkaian ekstrakurikuler yang bisa diikuti, dan disesuaikan dengan bakat serta minat siswa.
Beberapa ekskul yang tersedia meliputi pembelajaran bahasa asing (Jepang, Jerman, Inggris, Arab, Mandarin, Korea), di bidang seni siswa dapat mengikuti band, choir, teater, seni, lukis hingga fotografi.
Bagi siswa yang menyukai olahraga dan ingin menikmati lapangan olahraga yang tersedia, bisa mengikuti ekskul basket, futsal, renang, panahan, bulu tangkis, karate hingga taekwondo.
Itulah gambaran singkat bagaimana islamic boarding school menyeimbangkan akademik dan religi siswa. Tentunya ini bisa menjadi pertimbangan Anda sebagai orang tua, memilih boarding school seperti apa yang sesuai keinginan Anda, juga dapat mendukung cita-cita anak nantinya.