34 C
Samarinda
Friday, September 24, 2021

Sidak, DPRD Kaltim Pesimistis Proyek RS Korpri Tuntas Desember

HEADLINEKALTIM.CO, SAMARINDA – Komisi III DPRD Kaltim melakukan sidak di empat lokasi proyek PUPR Kaltim untuk tahun anggaran 2021, Selasa 14 September 2021.

Empat lokasi proyek tersebut masing-masing adalah gedung paripurna DPRD Kaltim yang berada di kompleks DPRD Kaltim, Karang Paci.

Selanjutnya, Gedung Dinas BPKAD Kaltim yang berada di Jalan Kesuma Bangsa, lokasi lahan proyek pembangunan Rumah Sakit (RS) Korpri yang berada di Jalan Wahid Hasyim I, Sempaja tepat berada di samping pintu masuk utama Stadion Madya Sempaja, dan proyek pembangunan gedung Inspektorat Kaltim di Jalan Kadrie Oening.

Dari seluruh proyek tersebut, yang membuat khawatir Komisi III DPRD Kaltim yakni pembangunan gedung RS Korpri. Lantaran, tenggat hanya 3 bulan, seluruh pembangunan gedung harus selesai.

Wakil Ketua Komisi III DPRD Kaltim H Baba juga menyampaikan kekhawatirannya terhadap pembangunan RS Korpri.

“Yang saya khawatir itu, dari pihak rumah sakit Korpri. Itu saya sedikit khawatir karena finishing harus 100 persen hanya sampai akhir tahun ini juga, kecil sekali bisa tercapai. Apalagi kita tahu bahwa finishing itu repot, dan pengerjaan hanya 4 bulan dengan struktur 3 lantai. Tapi, mudah-mudahan didukung dengan cuaca,” ujarnya pada awak media.

Terkait dengan kondisi cuaca yang sering berubah-ubah di Samarinda, membuat H Baba pesimis proyek pembangunan RS Korpri selesai tepat waktu.

Jika memang pekerjaan tersebut bisa dilaksanakan, maka kualitas bangunan juga dikhawatirkan.

“Melihat cuaca seperti ini, kecil kemungkinan bisa selesai. Selain itu, namanya kerja buru-buru, kadang-kadang seharusnya cantik, malah tidak rapi,” katanya.

Soal sanksi yang akan diberikan jika pengerjaan melenceng dari waktu yang ditetapkan, H Baba memastikan ada pada Pergub Kaltim Nomor 71 tahun 2020 tentang penetapan standar harga satuan, standar sarana dan prasarana kerja Pemerintah Provinsi Kaltim 2021.

“Pastinya kena Pergub 71, tetap melaksanakan tapi kena denda,” tegasnya.

Terkait dengan proyek pembangunan gedung Inspektorat Kaltim, H Baba menilai progres pengerjaan sudah sangat baik. Dia optimistis projects akan selesai tepat waktu.

“Kalau dilihat strukturnya bisa mengejar lah sampai akhir tahun ini, dengan struktur 2 sampai 3 lantai. Kalau kita lihat dari peralatan dan material, ini sudah bisa mencukupi. Semua target akhir tahun ini, cuma struktur. Tapi untuk rumah sakit itu sampai finishing, ini yang jadi kendala,” katanya.

TEKANKAN ANTISIPASI BANJIR

Anggota Komisi III DPRD Kaltim Sarkowi V Zahry menjelaskan, pihaknya memang sengaja melakukan kunjungan ke lokasi proyek PUPR Kaltim.

Diakuinya, ini memang bukan seperti kebiasaan yang dilakukan anggota dewan pada umumnya. Dengan melakukan kunjungan di awal pembangunan, kata dia, DPRD dapat mengontrol pekerjaan di lapangan.

“Biasanya selama ini kunjungan program kalau sudah selesai untuk dilakukan pengawasan. Tapi karena kita mendengar aspirasi masyarakat, keluhan masyarakat terkait adanya bangunan baru yang akan memperparah banjir, makanya kita kunjungi di awal proses pematangan lahan. Dan kita sudah minta supaya membangun ini betul-betul mengantisipasi terjadinya banjir,” ujarnya.

Disinggung mengenai lokasi pembangunan RS Korpri yang dinilai tidak tepat karena tidak memperhatikan aspek lingkungan, Sarkowi mengakui telah menerima presentasi dari pihak kontraktor pelaksana.

“Bahwa dia sudah mengukur volume airnya, kemudian mitigasinya sudah ada. Jadi nanti tidak akan menyebabkan banjir semakin besar. Makanya kami meninjau di awal ini ya dalam rangka itu. Karena ini kawasan rawan banjir,” katanya.

Sarkowi juga memastikan, jika pengerjaan proyek keluar dari jadwal yang ditetapkan, maka sanksi akan diberikan.

“Otomatis yang terjadi Pergub Nomor 71, seperti bangunan di BPKAD Jalan Kesuma Bangsa. Itu tidak selesai hingga muncul Pergub 71 dengan denda 5 persen. Itu kan sudah 2 tahap. Tahap pertama belum selesai sehingga kena denda,” terangnya.

Lanjut dia, Komisi III juga akan berkoordinasi dengan PPTK dari Dinas PUPR Kaltim untuk melakukan antisipasi jika terjadinya keterlambatan proyek.

“Supaya kita bisa mengantisipasinya, jangan sampai terjadi yang tidak sesuai dengan perencanaan. Makanya saya katakan bahwa ini adalah pengawasan periodik,” tegasnya.

DPUPR OPTIMISTIS

Kepala Bidang Cipta Karya Dinas PUPR Kaltim Rahmad Hidayat optimistis proyek pembangunan RS Korpri akan selesai pada Desember 2021.

“Tahap sekarang baru kontrak memang, tapi ini sudah mulai persiapan untuk konstruksinya. Targetnya kita maksimalkan Desember ini. Kami usahakan maksimal agar terealisasi, mudahan cuaca mendukung,” terangnya.

Anggaran pagu yang digunakan untuk pembangunan RS Korpri, kata, Rahmad, sebesar Rp 46 miliar. Ada Rp 43 miliar yang telah disepakati. Pihaknya pun siap dikenakan sanksi jika waktu pengerjaan lepas dari perjanjian.

Dia menjelaskan, RS Korpri akan dibangun 3 lantai di lahan seluas 60 x 65 meter persegi dengan luas bangunan 40 x 40 meter persegi. Nantinya, rumah sakit ini akan mampu menampung sebanyak 50 tempat tidur pasien.

Dia juga memastikan pembangunan RS Korpri tidak akan menyebabkan banjir semakin parah di lokasi tersebut.

“Tidak ada penutupan permukaan tanah dengan beton, kita pakai grass block yang bisa menyerap air. Juga di bawah bangunan kita tidak tutup. Nanti ada box penampungan air hujan. Kami hitung dengan luasan sekian kalau hujan deras 6 jam airnya 700 meter kubik, sementara daya tampung bak kita 1.700 meter kubik. Jadi air bisa ditampung di bawah bangunan,” tutupnya.

Penulis: Ningsih
Editor: MH Amal

Komentar

- Advertisement -

LIHAT JUGA

- Advertisement -

TERBARU

Komentar