src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js"> Setahun Kepemimpinan Fadhilah Mathar di BAKTI: Transformasi Teknologi dan Tantangan di Daerah 3T

Setahun Kepemimpinan Fadhilah Mathar di BAKTI: Transformasi Teknologi dan Tantangan di Daerah 3T

waktu baca 2 menit
Kamis, 15 Agu 2024 15:25 319 Anjhu Anggia

HEADLINEKALTIM.CO – Setahun lalu, Fadhilah Mathar, yang lebih akrab disapa Indah, resmi dilantik sebagai Direktur Utama Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo). Selama masa kepemimpinannya, Indah telah memimpin inisiatif signifikan dalam meningkatkan aksesibilitas telekomunikasi di daerah Tertinggal, Terluar, dan Terdepan (3T) di Indonesia. Dalam satu tahun terakhir, perjalanan Indah ke berbagai daerah 3T telah mengungkap sejumlah fakta menarik tentang masyarakat yang tinggal di kawasan-kawasan tersebut.

Salah satu penemuan paling mencolok selama kunjungannya adalah fakta bahwa masyarakat di daerah-daerah 3T sudah memiliki gawai (gadget) meskipun mereka belum memiliki sinyal. Menurut Indah, fenomena ini menunjukkan bahwa masyarakat di kawasan tersebut telah siap secara teknologi meski infrastruktur sinyal masih dalam tahap pembangunan.

“Begitu kami ke daerah, gadget mereka lebih duluan ada daripada sinyal. Mereka menggunakan gadget untuk foto dan penerangan. Jadi, lampu-lampu itu mereka gunakan sebagai senter,” ujar Indah dalam wawancara eksklusif dengan Direktur Pemberitaan Tribun Network, Febby Mahendra Putra, di Gedung Tribun Palmerah, Jakarta, Rabu (14/8/2024).

“Jadi ketika kami datang, mereka jauh lebih siap secara gadget dibanding sinyal. Jadi hanya transisi saja. Ketika sinyal datang, mereka langsung menggunakan [gawai yang dimiliki masing-masing],” tambahnya.

Selama kunjungannya, Indah juga menghadapi tantangan dari masyarakat yang pesimis terhadap proyek pembangunan BTS 4G. Banyak di antara mereka yang merasa terabaikan oleh pemerintah dan meragukan janji pembangunan tower BTS 4G di daerah mereka. Meski begitu, Indah dan tim BAKTI terus melakukan sosialisasi dan menjelaskan secara serius tentang manfaat dari pembangunan BTS 4G dan komitmen pemerintah dalam meningkatkan aksesibilitas.

Indah juga mengungkapkan tantangan lain terkait sosialisasi penggunaan teknologi 4G di daerah 3T. Banyak masyarakat yang lebih menginginkan sinyal 2G dipertahankan karena sudah familiar dengan teknologi tersebut. Namun, Indah menjelaskan bahwa teknologi 4G memiliki keunggulan yang jauh lebih besar.

Artikel Asli baca di tribunnews.com

 

Berita Terkini di Ujung Jari Anda! Ikuti Saluran WhatsApp Headline Kaltim untuk selalu up-to-date dengan berita terbaru dan Temukan berita populer lainnya di Google News Headline Kaltim

LAINNYA
x