src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js"> Salehuddin: Sangat Disayangkan Kalau ISBI Kaltim Stagnan

Salehuddin: Sangat Disayangkan Kalau ISBI Kaltim Stagnan

2 minutes reading
Thursday, 15 Jul 2021 12:49 452 Muhammad Yamin

HEADLINEKALTIM.CO, SAMARINDA – Mandeknya aktivitas kegiatan di Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Kaltim mengundang keprihatinan banyak pihak, tak terkecuali Komisi IV DPRD Kaltim dan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kaltim.

Bagi Anggota DPRD Kaltim Salehuddin, dirinya sangat menyayangkan ISBI Kaltim “mati suri” saat ini. Apalagi kata dia, perjuangan untuk mendirikan ISBI Kaltim termasuk menyiapkan lahan pembangunan gedung dilakukan dengan susah payah di masa kepemimpinan di DPRD kabupaten Kukar pada tahun 2012 silam.

“Kita fasilitasi pembangunan sarana dan prasarana, karena 36 hektar yang kita siapkan tahun 2012-2013 itu tahapannya tidak mudah. Mulai dari penyiapan lahan hingga mendapatkan sertifikat, bahkan sudah mensertifikatkan atas nama Kemendikti. Bolak-balik prosesnya di Pemprov, artinya kesediaan Kukar sejak awal sangat besar, tapi nyatanya ada kebuntuan komunikasi dari Pemprov dan Kemendikti,” ucapnya pada headlinekaltim.co baru-baru ini.

Dikatakan politisi dari partai Golkar ini, Komisi IV DPRD Kaltim selama ini tidak pernah dikoordinasikan terkait perkembangan ISBI. Informasi mengenai ISBI Kaltim justru diperoleh dari media sosial.

“Kenapa kita menginisiasi bertemu dengan pihak terkait, karena selama ini Komisi IV tidak pernah dikoordinasikan soal ISBI. Melihat situasi dan kondisi informasi yang beredar di Medsos, kami berinisiatif mempertemukan Pemprov, ISBI Kaltim, Disdik untuk duduk bersama membahas ini,” katanya.

Salehuddin menerangkan, ISBI Kaltim sendiri ternyata sejak tahun 2018 telah meniadakan penerimaan mahasiswa baru. Hal itu terjadi karena adanya mis komunikasi antara Pemprov Kaltim dengan Kemenristekdikti terkait aset lahan ISBI Kaltim. Padahal kata dia, Pemkab Kukar telah sejak jauh hari mempersiapkan matang keberadaan ISBI Kaltim tersebut.

“Harapannya, mereka (Kemenristekdikti, red) juga bertanggungjawab untuk pembangunan sarana dan prasarana, karena ketidakjelasan itu akhirnya pengelolaan ISBI Kaltim sejak 2018 tidak lagi menerima mahasiswa baru,” ujarnya.

“Harapan kami juga secepatnya direspon, supaya tidak berlarut-larut dan difasilitasi pembangunan sarana dan prasarananya. Karena sangat disayangkan kalau ISBI Kaltim stagnan. Jadi semoga tahun 2022 ISBI Kaltim sudah bisa menerima mahasiswa baru,” sambung Salehuddin. (Advetorial)

Penulis : Ningsih

LAINNYA
x