23.6 C
Samarinda
Jumat, Agustus 6, 2021

DPRD Imbau Pemprov Awasi Kelangkaan Oksigen di Kaltim

HEADLINEKALTIM.CO, SAMARINDA – Dampak meningkatnya pasien COVID-19 yang dirawat di rumah sakit menyebabkan kebutuhan obat-obatan dan tabung oksigen bertambah.

Namun berbeda dengan daerah lain yang kewalahan stok tabung oksigen, di Kaltim persediaannya dipastikan masih tercukupi.

Tetapi kondisi tersebut diharapkan Pemprov, dalam hal ini Dinas Kesehatan Provinsi Kaltim tetap mengantisipasi terjadinya kelangkaan pasokan tabung oksigen.

Sekretaris Komisi IV DPRD Kaltim Salehuddin mengatakan, Pemprov Kaltim bersama OPD terkait untuk selalu mengawasi setiap terjadinya pergerakan kasus COVID-19 di masing-masing kabupaten/kota. Tidak hanya sarana dan prasarana ruang perawatan, termasuk penyediaan tabung oksigen.

Dikatakan legislatif Partai Golkar ini, peningkatan kasus COVID-19 memicu lonjakan pasien yang dirawat di rumah sakit, hingga banyak dari rumah sakit rujukan di Kaltim kewalahan.

“Saya minta pada provinsi untuk assessment (mendapatkan informasi) setiap level kenaikan atau penurunan di masing-masing kabupaten/kota. Termasuk sarana dan prasarana. Saya menghimbau, untuk mengantisipasi lonjakan, RS Kanujoso, RS Harapan Kita, RS Beriman juga menjadi RS khusus COVID-19. Kemudian asrama haji Batakan juga bisa dijadikan alternatif untuk menampung mereka yang isolasi mandiri dan pasien OTG. Termasuk mengantisipasi terjadinya kelangkaan oksigen,” ucapnya pada headlinekaltim.co baru-baru ini.

Dia menyebut, pihaknya telah mendapat informasi bahwa untuk Kaltim hanya memiliki satu sumber produksi distribusi oksigen. Sehingga, Salehuddin mengingatkan pemerintah daerah agar dapat mengantisipasi jika terjadinya kekurangan oksigen.

“Harapannya Pemprov dapat mengantisipasi itu, jangan sampai terjadi kelangkaan seperti yang terjadi di Jakarta dan kabupaten/kota lain. Karena di Kaltim hanya ada satu sumber produksi distribusi oksigen ini,” katanya.

Dia pun berharap dengan penetapan kebijakan PPKM Mikro Diperketat dan PPKM Darurat ini di Kaltim dapat dilaksanakan dengan sebenar-benarnya dan dipatuhi seluruh pihak, untuk benar-benar dapat memutus mata rantai penularan virus COVID-19 yabg terus meluas.

“Saat ini informasi yang kami dapatkan, stok oksigen masih aman dan kita sudah mengantisipasi itu. Tapi tetap, proses preventif PPKM tetap jalan, daya cover vaksinasi juga jalan, supaya beriringan. Harapannya minggu depan ada proses penurunan lonjakan,” imbuhnya. (Advetorial)

Penulis : Ningsih

Komentar

- Advertisement -spot_img

LIHAT JUGA

- Advertisement -spot_img

TERBARU

spot_img
Komentar