src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js"> RS Jiwa Atma Husada Bangun Ruang ICU dan Isolasi Senilai Rp 12 Miliar, Begini Penampakannya

RS Jiwa Atma Husada Bangun Ruang ICU dan Isolasi Senilai Rp 12 Miliar, Begini Penampakannya

waktu baca 3 menit
Kamis, 17 Jun 2021 12:11 647 Muhammad Yamin

HEADLINEKALTIM.CO, SAMARINDA – RSJD Atma Husada Mahakam bangun ruang ICU dan ruang khusus isolasi bagi pasien orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) yang terpapar COVID-19, yang menelan anggaran sekitar Rp 12 miliar.

Direktur Utama RSJD Atma Husada Mahakam Jaya Mulaimin mengatakan, alasan pihaknya membangun ruang ICU dan ruang isolasi tersebut dikarenakan mereka selalu kesulitan jika ingin merujuk pasien ODGJ yang harus mendapatkan perawatan lebih lanjut ke rumah sakit lain. Padahal, kerapkali kondisi pasien sangat membutuhkan penanganan sesegera mungkin.

“Kami beberapa kali mengantar pasien ke RSUD AW Sjahranie, tapi di sana ditolak karena alasan penuh dan sebagainya. Akhirnya dengan dasar itu, kami berinisiatif untuk membangun sendiri ruang ICU dan ruang isolasi ini, terlebih untuk pasien-pasien kami yang terpapar COVID-19. Mereka juga berhak mendapatkan penanganan medis, sama dengan pasien lain. Alhamdulillah bisa terwujud,” ucapnya pada headlinekaltim.co Rabu kemarin.

Media ini juga mendapat kesempatan diajak melihat kondisi ruang ICU dan ruang isolasi bagi pasien ODGJ yang terpapar COVID-19 oleh Direktur Utama RSJD Atma Husada Mahakam.

Pantauan di lapangan, pada ruang IGD RSJD Atma Husada Mahakam terdapat 4 tempat tidur pasien, sedangkan untuk ruang ICU terdapat 6 tempat tidur pasien dengan peralatan medis lengkap. Khusus ruang isolasi pasien ODGJ yang diketahui hasil pemeriksaan positif COVID-19, di tempatkan di ruang isolasi yang berada di lantai 2, dengan kapasitas tampung 6 tempat tidur.

Disebutkan Jaya Mulaimin, anggaran untuk pembangunan ruang ICU dan isolasi ini menggunakan anggaran dari bantuan tidak terduga (BTT) Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltim senilai Rp 12 miliar untuk tahun 2021.

Dan di tahun 2020, anggaran BTT sebesar Rp 5 miliar digunakan untuk pengadaan alat pelindung diri (APD) bagi tenaga medis dan obat-obatan.

“Anggaran untuk ICU dan ruang isolasi itu dari BTT provinsi. Tahun ini anggaran yang masuk Rp 12 miliar, semua termasuk alat dan ICU. Tahun lalu Rp 5 miliar, sudah termasuk pembelian APD dan obat-obatan. Memang kecil dibanding rumah sakit lain. Kalau RSUD AW Sjahranie tahun ini diberi Rp 30 miliar, kita hanya Rp 12 miliar,” terangnya.

Walaupun hanya memperoleh Rp 12 miliar, namun dia memastikan anggaran tersebut masih cukup dengan kondisi saat ini. Justru Jaya Mulaimin mengaku anggaran yang diberikan oleh Pemprov Kaltim ini lebih tinggi jika dibandingkan tahun sebelumnya.

“Itu sudah tinggi menurut kami, tahun sebelumnya hanya Rp 5 miliar, sekarang Rp 12 miliar. Sementara cukup,” katanya.

Terkait dengan intensif Nakes di RSJD Atma Husada Mahakam, Jaya Mulaimin menyebut, pihaknya telah menerima dana tersebut sebesar Rp 5 miliar dan telah didistribusikan kepada lebih dari 380 Nakes yang bertugas di RSJD Atma Husada Mahakam.

“Intensif Nakes tahun ini kita dikasih Rp 5 miliar, sedangkan jumlah Nakes kami keseluruhan 380 orang hampir 400 orang, baik perawat maupun dokter. Nakes yang menangani pasien ODGJ COVID ada sendiri kita buatkan SK, tergantung berapa yang dirawat. Nakes itu dibagi-bagi. Dokter spesialis penyakit dalam 2 orang, anastesi 1 orang, radiologi 1 orang, dokter saraf 1 orang dan dokter khusus yabg menangani COVID 2 orang” ujarnya.

Dikatakannya, ruang isolasi pasien ODGJ COVID saat ini sedang merawat 1 orang pasien. Namun beberapa Minggu sebelumnya, seluruh ruang isolasi penuh dengan pasien ODGJ COVID.

“Beberapa hari lalu penuh, 6 bad isi semua. Sekarang tinggal 1 pasien, sudah seminggu perawatan di sini (ruang isolasi khusus pasien ODGJ COVID, red). Dia ini pasien rawat jalan kami dan baru ketahuan waktu periksa mengeluh batuk pilek. Tapi kami pastikan tidak ada pasien di dalam yang terpapar,” tutupnya.

Penulis : Ningsih

LAINNYA
x