src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js">
Tim SAR saat melakukan pencarian terhadap anak tenggelam di perairan Balikpapan (ANTARA/ HO- SAR Balikpapan)HEADLINEKALTIM.CO, BALIKPAPAN – Seorang remaja bernama M Rasyid Al Fauzi (14) yang sempat dilaporkan hilang karena tenggelam di Pantai Melawai Balikpapan akhirnya ditemukan tewas oleh tim SAR gabungan Balikpapan. Korban yang merupakan warga Jalan Soekarno Hatta KM 3, Kelurahan Batu Ampar, Kecamatan Balikpapan Utara, dievakuasi dan telah diserahkan kepada pihak keluarga.
Dilansir dari Antara Kaltim, Komandan Regu Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Kota Balikpapan, Dwi Adi Wibowo, mengatakan korban ditemukan pada Minggu (19/10) sekitar pukul 10.47 Wita di perairan Pantai Melawai dalam kondisi meninggal dunia.
“Begitu korban ditemukan di Pantai Melawai, tim segera melakukan evakuasi dan menyerahkan korban kepada pihak keluarga melalui aparat setempat,” ujar Dwi Adi Wibowo di Balikpapan, Minggu (19/10).
Peristiwa nahas itu terjadi pada Sabtu (18/10) sekitar pukul 10.00 Wita. Saat itu, korban bersama 13 temannya berangkat menuju Pantai Melawai untuk berlibur. Sebagian dari rombongan merupakan teman sekolah, sementara sisanya adalah rekan dari lingkungan tempat tinggal korban.
Setibanya di pantai, mereka bermain bola sebelum empat orang, termasuk Rasyid, memutuskan mandi di laut. Namun nahas, arus laut yang cukup deras tiba-tiba menyeret korban ke tengah. Salah satu teman korban bernama Rizki sempat berusaha menolong dengan menarik bahunya, namun gagal karena arus semakin kuat.
Menanggapi laporan tenggelamnya remaja tersebut, tim SAR gabungan Balikpapan langsung melakukan pencarian dengan menyisir wilayah perairan dan melakukan pemantauan dari darat. Setelah dua hari operasi pencarian, korban akhirnya ditemukan dalam keadaan tak bernyawa.
Dalam proses pencarian itu, tim SAR Balikpapan melibatkan berbagai unsur, di antaranya Basarnas Balikpapan, BPBD Balikpapan, TNI AL, Polair Polres Balikpapan, Sabhara Polres, Polsek Semayang, Babinsa Balikpapan Kota, serta para relawan dan masyarakat sekitar.
“Terima kasih kami sampaikan kepada seluruh unsur yang terlibat, baik instansi pemerintah maupun relawan, atas kerja sama dan sinergi yang sangat baik di lapangan. Upaya maksimal telah dilakukan sejak awal laporan diterima,” kata Adi Wibowo.
Ia juga mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati saat beraktivitas di kawasan perairan, khususnya pantai yang tidak memiliki pengawasan. “Keselamatan jiwa adalah prioritas utama,” tegasnya.
Berita Terkini di Ujung Jari Anda! Ikuti Saluran WhatsApp Headline Kaltim untuk selalu up-to-date dengan berita terbaru dan Temukan berita populer lainnya