src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js"> Pria Punya 7 SPPG dan Joget Dapat Insentif Rp6 Juta Minta Maaf

Pria Punya 7 SPPG dan Joget Dapat Insentif Rp6 Juta Minta Maaf

2 minutes reading
Wednesday, 25 Mar 2026 14:03 57 gleadis

HEADLINEKALTIM.CO, JAKARTA – Viral joget SPPG menjadi sorotan publik setelah aksi seorang pria memicu kontroversi di media sosial. Video tersebut menuai kritik karena dinilai tidak pantas, terlebih berkaitan dengan program pemerintah.

Dilansir dari CNN Indonesia, seorang pria yang viral usai berjoget di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat Indonesia. Permintaan maaf itu disampaikan melalui video yang beredar di media sosial pada Rabu, 25 Maret 2026.

Dalam video tersebut, pria itu mengakui kesalahannya dan menyampaikan penyesalan, terutama karena kejadian itu berlangsung di suasana Lebaran. “Saya mohon maaf apalagi ini masih suasana Lebaran,” ucapnya.

Ia juga menyampaikan permintaan maaf kepada Presiden Prabowo Subianto. Menurutnya, tindakannya bisa menimbulkan ketidaknyamanan, khususnya terkait pernyataan dan aksinya yang dikaitkan dengan program Makan Bergizi Gratis (MBG).

“Mungkin bapak presiden merasa risih tentang statement, joget-joget dengan program MBG,” ujar dia.

Aksi pria tersebut menjadi viral karena ia terlihat berjoget di dalam ruangan berlogo Badan Gizi Nasional (BGN). Dalam video lain, ia juga tampak menari di dapur tanpa menggunakan alat pelindung diri (APD). Ia bahkan mengaku melakukan hal itu karena merasa senang setelah menerima insentif sebesar Rp6 juta per hari dari pemerintah.

Menanggapi hal tersebut, Wakil Kepala Badan Gizi Nasional, Nanik S. Deyang, menyampaikan kekecewaannya. Ia menilai tindakan pria tersebut tidak mencerminkan sikap yang seharusnya dimiliki oleh mitra program.

“Yang jelas kami sangat menyayangkan dan kecewa dengan sikap mitra yang demikian,” kata Nanik.

BGN kemudian mengambil langkah dengan membekukan sementara operasional SPPG milik pria tersebut. Keputusan itu diambil setelah ditemukan ketidaksesuaian dengan petunjuk teknis saat dilakukan pemeriksaan.

Selain itu, BGN juga menugaskan Direktur Pemantauan dan Pengawasan untuk menemui yang bersangkutan serta memberikan teguran keras. Dari hasil penelusuran, diketahui pria tersebut memiliki tujuh titik SPPG, namun baru satu yang beroperasi.

“Jadi saya ingat katanya sih, dia dapat tujuh dapur ya, tujuh titik. Tapi yang running baru satu yang udah mulai. Yang lainnya belum, belum running (beroperasi),” ujar Nanik, Selasa, 24 Maret 2026.

Nanik menegaskan bahwa enam SPPG lainnya masih dalam tahap persiapan dan akan diawasi secara ketat oleh BGN sebelum beroperasi. Ia juga mengingatkan bahwa SPPG bukanlah proyek bisnis semata, melainkan bagian dari program strategis pemerintah.

Menurutnya, tujuan utama program MBG adalah untuk mendukung peningkatan kualitas gizi dan mencerdaskan generasi bangsa.

 

WhatsApp
Berita Terkini, Ikuti Saluran WhatsApp headlinekaltim.co

Gabung

LAINNYA
x