24.4 C
Samarinda
Friday, March 1, 2024

Presiden Jokowi Minta BNN Tutup Akses Peredaran Narkoba di Indonesia

HEADLINEKALTIM.CO, SAMARINDA – Pemerintah Provinsi Kaltim diwakili Wakil Gubernur Hadi Mulyadi mengikuti peringatan Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) melalui virtual, dari ruang Ruhui Rahayu lantai 1 Kantor Gubernur Kaltim, Senin 27 Juni 2022.

Acara tersebut dibuka oleh Kepala BNN RI Petrus Reinhard Golose langsung dari Bali, diikuti oleh sejumlah perwakilan dari negara-negara sahabat, pejabat pemerintah pusat dan provinsi, organisasi masyarakat dan mahasiswa.

Pada peringatan HANI tahun 2022 ini mengangkat tema optimalisasi kemampuan penyuluh narkoba melalui soft power approach mewujudkan Indonesia bersinar.

Presiden Jokowi dalam sambutannya mengatakan, penyalahgunaan narkotika dan obat-obatan terlarang adalah ancaman serius yang mampu melumpuhkan energi positif bangsa, mengancam masa depan bangsa dan generasi muda.

Untuk itu, Presiden meminta kepada seluruh elemen untuk dapat bergerak melindungi anak bangsa Indonesia dari jaringan narkoba.

“Saya mengajak masyarakat dan seluruh elemen bangsa untuk menjadikan peringatan HANI sebagai keteguhan, komitmen dan tekad, serta kerjasama yang tidak surut demi membebaskan anak bangsa dari penyalahgunaan narkoba,” ucapnya.

Kepada BNN, Presiden mengingatkan tugas besar yang harus dilaksanakan dalam pemberantasan dan penyalahgunaan narkotika di seluruh Indonesia.

“Sebagai penggerak utama penanggulangan narkoba, BNN harus bekerja secara kontinyu melakukan penutupan peredaran gelap narkoba. Lebih antisipasi perkembangan dan modus baru pelaku. Tingkatkan kemampuan SDM, hadapi tantangan baru dan tingkatkan pelayanan rehabilitasi, hingga masyarakat mendapatkan layanan rehabilitasi dengan mudah dan terjangkau,” pesannya.

Kepala BNN RI Petrus Reinhard Golose mengatakan, momen peringatan HANI adalah keprihatinan dunia terhadap peredaran narkoba yang trennya saat ini meningkat dan mengkhawatirkan. Apalagi kata dia, dengan masalah kesehatan yang muncul saat ini, narkoba akan menjadi masalah yang pelik sehingga diperlukan perhatian dan kerjasama yang gesit untuk mengatasi masalah ini.

“Diperlukan kerja sama, kolaborasi seluruh komponen untuk mengatasi masalah besar peredaran narkoba saat ini,” katanya.

“BNN RI sebagai leading penanggulangan masalah narkotika dengan strategi soft power approach, yang merupakan pencegahan dan upaya menangkal generasi muda terhadap bahaya narkoba, melalui edukasi dan sosialisasi,” sambungnya.

Terpisah, Gubernur Kaltim Isran Noor meminta kepada seluruh elemen masyarakat Kalimantan Timur untuk dapat bersama-sama memerangi narkoba di Bumi Etam.

“Atas nama Pemprov dan masyarakat Kaltim, kami mengucapkan selamat Hari Anti Narkotika Internasional tahun 2022. Kerja cepat kerja, hebat berantas narkoba di Indonesia. Mari bersatu bersinergi, bergerak bersama dalam memerangi narkoba dan peredaran gelap narkoba di bumi Etam. Bersama kita wujudkan Kaltim bersih dari narkoba,” ucapnya.

Penulis: Ningsih

Komentar
- Advertisement -

LIHAT JUGA

TERBARU

- Advertisement -