23.8 C
Samarinda
Friday, June 25, 2021

Isu Tanah Bergerak hingga Jembatan Mahkota 2 Retak, Ini Penjelasan BPBD Samarinda

HEADLINEKALTIM.CO, SAMARINDA – Pasca longsor di bawah Jembatan Mahkota 2 sisi Mangkupalas-Simpang Pasir, beredar isu di media sosial soal bahaya mengancam pengguna jalan yang melintas di atas Jembatan Mahkota 2 hingga jembatan retak. Ini menimbulkan keresahan masyarakat.

Isi informasi yang beredar di Medsos tersebut:
Minta tolong di share di grup FB atau Medsos lain agar tidak ada pengendara yang berhenti di atas Mahkota 2 sisi Palaran/Seberang untuk menonton. Karena di bawah terus ada pergerakan tanah dalam 24 menit bergeser 0,5 cm terus bergeser dalam posisi rawan”.

Plt Kepala BPBD Kota Samarinda Wahiduddin saat dihubungi headlinekaltim.co mengaku, dirinya masih belum mengetahui pasti penyebab terjadinya pergeseran tanah dan longsor di lokasi kejadian.

Dari informasi yang diperolehnya, lokasi tersebut adalah tanah urukan yang dibuat tepat di tepi Sungai Mahakam sisi perbatasan wilayah Mangkupalas-Simpang Pasir.

“Kita belum tahu pasti seperti apa, tapi yang jelas di situ ada urukan tanah. Jadi urukan tanah itu terjadi abrasi. Mudah-mudahan terjadi abrasi biasa, karena adanya pengerjaan proyek itu (pembuatan turap pipa PDAM, red),” ujarnya dihubungi via telepon Minggu, 25 April 2021, petang.

Wahiduddin menyebut, berdasarkan hasil kajian INAFIS BNPB Kota Samarinda, potensi longsor yang sebenarnya bukan berada di lokasi kejadian melainkan berjarak sekitar 350 meter dari titik lokasi kejadian longsor bawah Jembatan Mahkota 2.

“Kalau dari hasil kajian INAFIS BNPB, kalau daerah itu potensi longsor sebenarnya tidak ada. Potensi longsor ada berjarak 350 meter dari titik itu,” terangnya.

Disinggung soal banyaknya isu yang beredar di Medsos terkait perkembangan kondisi Jembatan Mahkota 2 pasca tanah bergerak dan longsor yang terjadi persis di bawah bagian jembatan, Wahiduddin mengaku telah berkoordinasi dengan Dinas PUPR Provinsi Kaltim dan Dinas PUPR Samarinda untuk menghadirkan konsultan ahli. Itu untuk mengetahui kondisi sebenarnya jembatan penghubung dua kecamatan itu.

“Kita tadi langsung koordinasi untuk mengambil langkah pencegahan karena yang dikhawatirkan banyak orang adalah tiang pancang jembatan. Mudahan besok sudah ada konsultan ahli yang bisa melihat, apakah memang ada potensi itu untuk tiang pancang tidak terganggu dan seterusnya,” bebernya.

Terkait dengan kemungkinan BPBD Samarinda mengeluarkan rekomendasi untuk penutupan Jembatan Mahkota 2, Wahiduddin menegaskan bahwa itu adalah kewenangan  Wali Kota Samarinda. “Itu pun berdasarkan kajian bersama,” ujarnya.

Koordinator BPBD Samarinda Seberang-Palaran, Sujial mengatakan, titik lokasi pergerakan tanah dan longsor terjadi sekitar 6 meter dari tepi abrasi. Dan bukan dari tiang pancang Jembatan Mahkota 2.

“Sekitar 6 meter dari tepi abrasi tanah pas depan room K3,” ujarnya.

Lurah Simpang Pasir Armansyah juga sempat mengirimkan pesan WhatsApp ke grup Silaturahmi Warga Palaran yang mengingatkan, agar kepada seluruh masyarakat yang melewati Jalan Mahkota 2 agar berhati-hati. Tanah pondasi tiang jembatan sudah terkikis.

Namun, saat dihubungi media ini terkait pesan WhatsApp tersebut, dia mengaku hanya meneruskan pesan tersebut. “Ini kan informasi yang saya teruskan dan ada videonya,” ujarnya.

Disinggung soal kewenangan wilayah, Armansyah menyebut, lokasi kejadian berada di dua perbatasan kelurahan, yaitu Kelurahan Simpang Pasir dengan Kelurahan Mangkupalas.

Namun, disinggung soal perizinan proyek yang ada di lokasi kejadian, dirinya mengaku tidak mengetahui sejauh itu.

“Iya betul. Kewenangan kayaknya iya itu. Kalau terlalu jauh itu saya kurang tahu mbak, terlalu jauh ke ranah itu, saya nggak tahu kalau itu. Itu proyek dari mana, saya kurang paham,” ucapnya.

Sementara itu,Informasi yang didapat headlinekaltim.co di lokasi sekitar kejadian telah dilakukan proyek pembangunan IPA Kalhol dengan kapasitas 1.000 liter per detik, yang dikerjakan oleh PT Nindya Karya (Persero). Dengan luas lahan 124 ribu lebih meter persegi.

Penulis: Ningsih
Editor: Amin

Komentar

samarinda/" data-order-by="social" data-numposts="5" data-width="100%" style="display:block;">
- Advertisement -spot_img

LIHAT JUGA

- Advertisement -spot_img

TERBARU

spot_img
Komentar