src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js">
Wisata Air Panas Asin Pemapak. (Foto: Ist) HEADLINEKALTIM.CO, TANJUNG REDEB – Percepatan aktivitas ekonomi dan lonjakan kunjungan wisata di Kampung Biatan Bapinang kini memunculkan tantangan baru, terutama terkait kondisi infrastruktur yang perlu segera dibenahi.
Wakil Ketua I DPRD Berau, Subroto, menyoroti kerusakan jalan kampung yang terjadi lebih cepat akibat perubahan fungsi jalan. Jika sebelumnya hanya menjadi akses wisata, kini jalur tersebut juga digunakan untuk aktivitas ekonomi masyarakat, terutama angkutan hasil perkebunan sawit.
Menurutnya, meningkatnya intensitas kendaraan berat membuat kapasitas jalan yang ada tidak lagi memadai. “Sekarang jalannya tidak hanya dilewati kendaraan ringan, tetapi juga angkutan sawit milik masyarakat. Wajar kalau cepat rusak. Solusinya bukan saling menyalahkan, tapi meningkatkan kapasitas jalan, dari yang semula 3–8 ton menjadi idealnya 15 ton,” jelasnya.
Peningkatan kapasitas jalan dinilai penting bukan hanya untuk mendukung aktivitas perusahaan, tetapi juga agar masyarakat dapat memaksimalkan hasil perkebunan sekaligus memperkuat pertumbuhan ekonomi kampung.
Di sisi lain, Subroto melihat sektor pariwisata sebagai kekuatan besar yang harus dikembangkan secara serius. Ia menilai potensi wisata di kawasan tersebut sangat menjanjikan, terutama dengan tingginya jumlah kunjungan ke Wisata Air Panas Asin Pemapak yang telah mencapai sekitar 31.000 wisatawan.
“Wisata ini luar biasa. Pengunjungnya sudah puluhan ribu. Artinya pengembangan tidak bisa ditunda, bukan hanya soal anggaran, tetapi juga kesiapan lahan,” ujarnya.
Ia mendorong pemerintah kecamatan dan kampung untuk segera mengamankan lahan pengembangan selagi harga masih terjangkau. Langkah tersebut dinilai sebagai investasi jangka panjang, terlebih akses menuju kawasan pesisir terus mengalami perbaikan.
Subroto menilai pengembangan pariwisata dapat menjadi sektor strategis untuk mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Berau, terutama jika konektivitas wilayah semakin baik.
“Jika infrastruktur dari Tanjung Redeb menuju Pesisir Selatan terus berkembang, jumlah kunjungan wisata berpotensi mencapai ratusan ribu. Ini harus dipersiapkan bersama,” pungkasnya. (Adv5/Riska)