src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js">
Kasi Kurikulum SMP Disdikbud Kukar, Emi Rosana Saleh, saat menjadi Narsum Rakor Perpustakaan terkait literasi. (Foto: Andri) HEADLINEKALTIM.CO, TENGGARONG- Masih minimnya pengembangan Literasi di Kukar, khususnya di satuan pendidikan, menjadi perhatian penting Pemkab Kukar, melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kukar.
Kasi Kurikulum SMP Disdikbud Kukar, Emi Rosana Saleh menjelaskan, literasi secara umum adalah kemampuan individu untuk membaca dan menulis, memecahkan masalah pada tiap tingkat keahlian yang diperlukan keluarga dan masyarakat.
Emi merinci ada enam kemampuan literasi dasar, yaitu baca tulis, numerasi, sains, finansial, digital dan budaya. Idealnya ditiap sekolah, ada pokok literasi, sehingga ada ruang bagi siswa untuk membaca.
“Yang harus disiapkan juga, bagaimana pembenahan perpustakaan sekolah, agar siswa mau membaca buku, upaya penguatan literasi, ” kata Emi, saat menjadi Narsum, Kebijakan dan strategi pengembangan literasi di sekolah, belum lama ini di pondok Jajak.
Penguatan literasi di sekolah ujar Emi, bisa dianggarkan melalui anggaran sekolah berasal dari BOS APBD, yang niatannya kemampuan literasi bisa terbangun dan menjadi budaya, dari usia anak hingga remaja 15 tahun.
“Secara nasional juga kemampuan literasi kita dari 70 negara yang diuji, Indonesia menempati urutan 62, dengan kondisi 1 buku ditunggu 90 orang, ” jelasnya.
Perwakilan SDN 02 Loa Janan, Sanusi memaparkan, ingin saja pengembangan budaya literasi di sekolahnya, namun harus diperhatikan juga, adakah perpustakaan di sekolah, karena masih ada sekolah yang pengelolaan perpustakaan belum layak.
“Sekalipun sudah perpustakaan sekolah, tapi tenaga pengelolanya belum tentu ada,” ungkapnya. (Adv108/Andri)