src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js"> Penyintas COVID-19 di Kaltim Tetap Jalani Vaksinasi

Penyintas COVID-19 di Kaltim Tetap Jalani Vaksinasi

2 minutes reading
Monday, 23 Nov 2020 15:26 218 Muhammad Yamin

HEADLINEKALTIM.CO, SAMARINDA – Kepala Bidang Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit P2P Dinkes Kaltim dr Setyo Budi Basuki menyampaikan penyintas COVID-19 di Kaltim akan tetap jalani vaksinasi yang dilaksankan oleh pemerintah dalam waktu dekat.

Hal ini dikarenakan, semua penyintas COVID-19 belum dipastikan memiliki kekebalan tubuh yang cukup ketika terpapar virus corona.

“Orang yang pernah terpapar COVID-19 atau penyintas ini kemungkinan masih terkena infeksi virus yang sama, karena tidak ada kekebalan,” ucapnya.

Untuk itu, kata Setyo Budi Basuki, pentingnya pemberian vaksinasi COVID-19 baik kepada mereka yang pernah terpapar COVID-19 maupun belum terpapar.

Sasaran vaksinasi COVID-19 paling utama kepada masyarakat yang berusia 18 hingga 59 tahun. Termasuk para penyintas COVID-19.

“Pasti, mereka yang masuk dalam syarat penerima vaksin diantaranya usianya 18 sampai 59 tahun. Nah kalau mereka (penyintas COVID-19,red) kemarin yang terkena masih masuk kategori usia itu, ya tetap divaksin,” katanya.

Kepada masyarakat, Dinkes Kaltim mengimbau agar masyarakat tidak khawatir dengan vaksinasi COVID-19, selain akan diberikan gratis oleh pemerintah, vaksin tersebut akan dipastikan keamanannya oleh pemerintah sebelum digunakan.

“Vaksin ini sampai hari ini disubsidi dari pusat dan diberikan gratis. Dan sebelum digunakan, pemerintah juga melakukan uji Balai POM untuk mengetahui efek sampingnya. Jika tidak jelas efeknya, maka pemerintah tidan berani memberikan pada masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19 Kaltim Andi Muhammad Ishak menyampaikan penyintas COVID-19 maupun tidak harus sama-sama mendisplinkan diri untuk menerapkan protokol Kesehatan.

Penerapan protokol ini sangat penting untuk memutus mata rantai penyebaran COVID-19 di masyarakat.

Penyintas COVID-19 diminta juga harus tetap menjaga daya imunitas tubuh. Karena apabila imunitas rendah maka penyintas akan rentan terpapar kembali.

“Jadi walaupun sudah sembuh, harus tetap disiplin protokol kesehatan. Karena orang yang paling beresiko tertular lagi, mereka penyintas dengan imunitas tubuh yang rendah,” kata Andi. (ADV)

Penulis : Ningsih
Editor : Amin

LAINNYA
x