src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js">
Wakil Bupati Berau, Gamalis. Foto: (Ist)HEADLINEKALTIM.CO, TANJUNG REDEB – Wakil Bupati Berau Gamalis mendorong setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk melakukan percepatan pengadaan barang dan jasa. Hal ini disampaikannya saat sosialisasi Teknik Negosiasi dan Mini Kompetisi pada e-Katalog versi 6.
Melalui e-Katalog, seluruh proses pembelian barang dan jasa dapat dilakukan secara terbuka, cepat, transparan, dan akuntabel, sehingga meminimalkan potensi penyimpangan serta memperluas peluang bagi pelaku usaha lokal.
“Transformasi sistem pengadaan barang dan jasa pemerintah telah berkembang sangat pesat dalam beberapa tahun terakhir,” jelasnya pada Senin, 13 Oktober 2025 di Ruang Rapat RPJPD Bapelitbang.
Menurutnya, hal ini seiring dengan arah kebijakan nasional menuju tata kelola pemerintahan yang bersih transparan, dan efisien. Pengadaan pemerintah kini tidak lagi sekadar proses administratif, melainkan telah menjadi instrumen strategis untuk mendukung pembangunan daerah dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.
“Salah satu aspek penting dalam pengadaan berbasis e-Katalog adalah kemampuan negosiasi,” tuturnya.
Gamalis mengatakan, cakupannya bukan hanya seputar harga, tetapi juga kualitas, ketepatan waktu layanan, komitmen dan jangka panjang. Penyedia dalam berinteraksi secara profesional membangun budaya komunikasi yang sehat dan beretika.
“Mari bersama-sama kita memastikan bahwa setiap rupiah uang rakyat yang dibelanjakan melalui sistem pengadaan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat di Kabupaten Berau,” ungkapnya.
Kepala Bagian Pengadaan Barang dan Jasa, Jimmy menuturkan, sosialisasi ini sebagai wujud akuntabilitas sekaligus percepatan pengadaan barang dan jasa. Persentase belanja daerah masih cukup minim. Belanja Pemkab Berau baru sekitar 6 persen atau Rp259 miliar dari Rp4 triliun.
Kata dia, e-Katalog versi 6 ini memiliki keunggulan dan terintegrasi dengan sistem keuangan Pemerintah Daerah, otomatis dan akurat, termasuk tandatangan digital. “Dengan adanya sosialisasi ini, diharapkan setiap OPD dapat melakukan percepatan pengadaan barang dan jasa dengan baik,” pungkasnya. (Riska)
Berita Terkini di Ujung Jari Anda! Ikuti Saluran WhatsApp Headline Kaltim untuk selalu up-to-date dengan berita terbaru dan Temukan berita populer lainnya