Beranda BUMI ETAM Penghuni LPKA Kelas IIA Samarinda Rutin Latihan Rebana dan Baca Tulis Alquran

Penghuni LPKA Kelas IIA Samarinda Rutin Latihan Rebana dan Baca Tulis Alquran

Kepala LPKA Kelas IIA Samarinda, Mudo Mulyanto. (foto: Andri/headlinekaltim.co)
Advertisement

HEADLINEKALTIM.CO, TENGGARONG– Penghuni Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas IIA Samarinda yang ada di Kota Tenggarong masih membina 43 anak dari beragam umur dan kasus.

Selama menjalani masa pembinaan, para anak ini mengisi waktu dengan kegiatan positif. Ada pelatihan rebana dan baca tulis Alquran. “Kegiatan latihan rebana hadroh rutin kita berikan kepada anak binaan kami, sedangkan untuk pelatihan baca tulis Alquran, intensitasnya sudah kita kurangi,” jelas Kepala LPKA IIA Samarinda, Mudo Mulyanto, Kamis 22 Oktober 2020, di ruang kerjanya.

Mantan Kalapas Tenggarong ini menjelaskan, latihan baca tulis Alquran dikurangi karena bekerja sama dengan pihak eksternal. Sedangkan latihan rebana oleh pegawai LPKA.

Advertisement

“Kebetulan pegawai kita ada yang bisa melatih rebana. Anak binaan kami juga sempat mengikuti lomba hadroh tingkat kabupaten,” tegasnya.

Mudo mengatakan, binaan berjumlah 43 orang, tapi yang berada di LPKA hanya 37 anak. Sisanya ada yang sudah menjalani proses asimilasi dan juga mengikuti pelatihan kerja di lembaga latihan kerja Kota Samarinda.

“Yang sedang pelatihan kerja, masa pembinaan sudah habis, tapi mereka masih menunggu surat keterangan bebas dari sini. Ada proses yang harus dijalani terlebih dahulu,” ucapnya.

Mudo yang menjabat Kepala LPKA sejak Januari 2020 menjelaskan, anak yang paling lama masa pembinaannya adalah 9 tahun. Paling singkat sampai 6 bulan saja. Sedangkan untuk kasus yang paling dominan adalah perlindungan anak 14 orang, narkotika 13 orang, pencurian 12 orang, pembunuhan 2 orang dan penganiayaan 1 orang. Sisanya adalah kasus pidana umum.

“Sejak pandemi COVID-19 kami meniadakan jam besuk bagi keluarga penghuni LPKA, tapi kami memfasilitasi komunikasi binaan dengan keluarga, melalui video call melalui aplikasi agar mereka bisa berkomunikasi dengan keluarganya,” pungkasnya.

Penulis: Andri

Komentar
Advertisement