src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js">
Petugas melakukan kawin suntik terhadap salah satu ekor sapi betina milk peternak Kabupeten Penajam Paser Utara, Provinsi Kalimantan Timur (Antara Kaltim/Nyaman Bagus Purwaniawan) HEADLINEKALTIM.CO, PENAJAM – Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Kalimantan Timur, terus menggenjot program inseminasi buatan atau kawin suntik untuk meningkatkan populasi sapi ternak. Sepanjang tahun 2024, sebanyak 1.350 ekor sapi indukan produktif telah menjalani inseminasi buatan guna mencapai target peningkatan populasi pada 2025.
“Sepanjang tahun ini, sebanyak 1.350 ekor sapi betina produktif telah mendapatkan inseminasi buatan,” ungkap Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas Pertanian Kabupaten PPU, Ristu Pramula, di Penajam, Rabu (19/2/2025).
Upaya ini dilakukan sebagai strategi untuk meningkatkan jumlah sapi ternak sekaligus memastikan sapi yang telah dikawinkan melalui metode inseminasi mendapat pemantauan berkala, termasuk pemeriksaan kesehatannya. Dari total sapi yang telah disuntik, ditargetkan 985 ekor mengalami kebuntingan, dengan prediksi kelahiran 851 ekor anak sapi atau pedet.
Ristu menambahkan, peternak di PPU menyambut baik program inseminasi buatan ini, terutama mereka yang memiliki sapi jenis brahman cross dan limosin. Kedua jenis sapi ini dikenal memiliki tubuh besar sehingga seringkali menyulitkan peternak untuk melakukan perkawinan alami.
“Kawin suntik terus kami gencarkan karena terbukti efektif meningkatkan populasi ternak sapi. Selain itu, peternak juga tidak perlu repot mencari sapi jantan untuk dikawinkan secara alami,” jelasnya.
Keberhasilan program ini telah terlihat pada 2024, di mana dari 2.000 ekor sapi indukan yang diinjeksi, sebanyak 1.600 ekor berhasil bunting dengan total kelahiran mencapai 1.120 ekor pedet. Dengan tambahan tersebut, populasi sapi di Kabupaten PPU diperkirakan mencapai 8.000 ekor pada awal 2025.
Selain meningkatkan jumlah sapi, metode kawin suntik juga dinilai lebih efisien secara biaya. Peternak tidak perlu memelihara sapi jantan, yang berarti pengeluaran untuk pakan dan perawatan bisa ditekan. Selain itu, inseminasi buatan memungkinkan peternak untuk mendapatkan keturunan sapi unggul sesuai dengan jenis yang diinginkan.
Artikel Asli baca di antaranews.com
Berita Terkini di Ujung Jari Anda! Ikuti Saluran WhatsApp Headline Kaltim untuk selalu up-to-date dengan berita terbaru dan Temukan berita populer lainnya di Google News Headline Kaltim