24 C
Samarinda
Sunday, May 22, 2022

Pelecehan Seksual di Kampus, Rusman Ya’qub: Kita Harap Penegakan Hukum Secara Serius, Tak Ada Kompromi

HEADLINEKALTIM.CO, SAMARINDA – Anggota Komisi IV DPRD Kaltim Rusman Ya’qub menyesalkan terjadinya kasus dugaan tindakan pelecehan yang terjadi di lingkungan kampus universitas ternama di Samarinda beberapa waktu lalu.

Bahkan, terungkapnya kasus tersebut sempat viral dan menjadi pembicaraan masyarakat, hingga munculnya aksi demo yang dilakukan oleh mahasiswa, lantaran dinilai mencoreng nama baik universitas tersebut.

Dikatakan Rusman Ya’qub, tindakan pelecehan masih bisa berpotensi terjadi di lingkungan pendidikan. Tidak hanya di universitas, tetapi juga di satuan pendidikan lainnya.

Dengan kasus dugaan pelecehan yang terjadi di universitas “kuning” tersebut, membuat politisi partai PPP ini geram dan prihatin.

“Dunia pendidikan masih rentan dengan tindakan pelecehan. Makanya kita minta universitas untuk tidak menutup mata, karena kemungkinan bisa saja terjadi di tempat lain. Makanya kita berharap agar universitas betul-betul memiliki standarisasi resiko terhadap mahasiswa, yang rentan menjadi resiko pelecehan seksual,” ucapnya, ditemui usai menghadiri rapat Paripurna DPRD Kaltim, Kamis kemarin.

Menurut dia, penting dan perlunya pencegahan terjadinya tindakan pelecehan di lingkungan pendidikan. Sehingga diperlukan langkah dan upaya tepat bagi pihak universitas untuk mencegah terjadinya tindakan tersebut.

“Kasus seperti ini bisa menimpa ke siapa saja di dunia pendidikan pun bisa terjadi. Untuk itu, kita meminta kepada pihak kampus, bagaimana agar dunia kampus dapat steril dari kasus pelecehan,” katanya.

“Untuk itu kita dorong universitas memiliki standar pola untuk menghindari terjadinya praktek pelecehan. Termasuk di sekolah, di satuan pendidikan, sehingga tidak memberi ruang terjadinya kasus itu,” sambungnya.

Rusman Ya’qub menilai, kasus tindakan pelecehan yang terjadi di dunia pendidikan sungguh ironi dan menyesakkan dada. Dirinya pun dengan tegas meminta agar penegakan hukum dapat lebih terbuka untuk menimbulkan efek jera.

“Ini kan ironis, jika dunia pendidikan justru rentan pelecehan seperti itu. Kita berharap supaya penegakan hukum bisa lebih terbuka, transparan dan ditindak secara serius, tidak ada kompromi,” imbuhnya.

Penulis : Ningsih

Komentar
- Advertisement -

LIHAT JUGA

- Advertisement -

TERBARU