src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js"> Kepala Kampung Keluhkan Guru Jarang Hadir, Ini Tanggapan Disdik Berau

Kepala Kampung Keluhkan Guru Jarang Hadir, Ini Tanggapan Disdik Berau

2 minutes reading
Monday, 3 Apr 2023 17:28 536 huldi amal

HEADLINEKALTIM.CO, TANJUNG REDEB – Plt Sekretaris Dinas Pendidikan Berau, Ambo Sakka angkat bicara soal laporan terkait guru di Kampung Merasa yang tidak masuk mengajar.

Hal ini berdasarkan penyampaian salah satu kepala kampung saat Musrenbang di Kecamatan Kelay, beberapa waktu lalu.

Menanggapi hal tersebut, dirinya mengatakan akses kota menuju kampung lumayan jauh sehingga guru dengan kepala sekolah sudah mengatur jadwal mengajar.

Berdasarkan keterangan yang didapatkannya, tidak ada jam pelajaran yang kosong. Namun, guru terlihat tidak hadir semua karena jadwal mengajarnya sudah ditentukan, khususnya untuk guru SMP.

“Itu yang memang tiap tahun muncul di Musrenbang dan saya baru kali ini mengikuti Musrenbang pada posisi saya sekarang,” ucapnya pada Senin, 3 April 2023 saat ditemui di kantor Dinas Pendidikan Berau.

Penyampaian dari pengawas, guru SMP jadwalnya adalah per mata pelajaran. Artinya, kata dia, guru yang tidak punya jadwal mengisi jam pelajaran, tidak datang.

“Contoh mata pelajaran bahasa Inggris, hari Senin masuk. Hari Selasa dan Rabu tidak ada, hari Kamis baru ada. Mungkin seperti itu yang terjadi dari keterangan mereka,” tuturnya.

Akan tetapi, kalau kepala kampung ingin melakukan sidak, pihaknya mempersilahkan sebagai bentuk kepedulian dari kepala kampung terhadap pendidikan di daerahnya. “Sebenarnya tidak semua kepala kampung, hanya sebagian.” bebernya.

Pihaknya bisa memahami posisi guru yang mengajar di Kampung Merasa, Kecamatan Kelay. Kata dia, ada beberapa guru yang tinggalnya di kota tapi harus mengajar di kampung yang jauh.

“Tapi, kalau bahasanya menelantarkan anak atau tidak mengajar itu yang perlu dipertanyakan. Namanya guru itu jam kerja, maka harus mengajar sesuai jadwal yang sudah ditentukan,” tegasnya.

Pengawas sekolah selalu menjalankan tugasnya. Walaupun keterbatasan SDM dan keterbatasan anggaran, hanya sebesar Rp 100 juta per tahun untuk se-Kabupaten Berau, pengawas tetap bertugas.

“Jadi mereka menjangkau ke daerah yang mampu anggarannya. Sebenarnya kami mengakui bahwa anggaran masih sangat minim sehingga pengawasan belum begitu maksimal menjangkau ke seluruh daerah,” jelasnya.(**)

Penulis: Riska

banner pemkab berau baru
LAINNYA
x