src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js">
Suasana pasar Segiri pada hari pertama penerapan instruksi Gubernur Kaltim meminta warga tak keluar rumah (foto: Ningsih/headlinekaltim.co) HEADLINEKALTIM.CO, SAMARINDA – Satu hari setelah diterapkan instruksi Gubernur Kaltim terkait pembatasan aktivitas masyarakat “Kaltim senyap”, terjadi dua pemandangan berbeda di dua pasar terbesar di Samarinda, yakni Pasar Induk Segiri dan Pasar Pagi.
Tidak seperti hari-hari biasanya yang selalu ramai dengan aktivitas jual beli, hari ini, Sabtu 6 Februari 2021, situasi di Pasar Pagi Samarinda jauh lebih senyap dan terkesan “angker”, terutama kios-kios yang ada di lantai 2 Pasar Pagi Samarinda. Seluruh kios tutup, gelap dan sepi. Hanya terlihat beberapa orang yang membawa barang badagangan dari dalam kios untuk dibawa keluar.
” Tutup semua, sepi, nggak ada jualan. Bawa pulang barang, jualan online aja dari rumah,” ujar Samsul, seorang pedagang baju di Pasar Pagi Samarinda.
“Mau cari apa mba? tutup semua pasar, nggak ada yang jualan, Lockdown 2 hari, ” timpal pedagang lain yang juga sibuk mengemas dagangannya ke dalam plastik.
Sementara itu, pemandangan berbeda terlihat di Pasar Induk Segiri Samarinda. Pasalnya, beberapa pedagang masih saja ada yang tetap beraktivitas, menjual dagangannya. Walaupun banyak juga pedagang yang memilih tutup. Namun situasi pasar terlihat sepi pembeli.
Seorang pedagang buah di Pasar Induk Segiri Samarinda, Kayla Yasmin mengaku sejak Sabtu subuh, pasar sudah sepi sampai sekarang dan tidak ada pembeli.
“Yang jalan-jalan ini pedagang semua, nggak ada pembeli. Yang naik motor tadi pedagang juga, dibawa aja sudah barangnya. Itu yang jual ayam kasian, sampai kering ayamnya. Ini aja mau tutup, kalau begini capek duduk. Di luar aja sepi apalagi di dalam,”
keluhnya.
Kayla mengaku sejak bulan November 2020 lalu, Pasar Induk Segiri Samarinda semakin sepi dari pembeli. Kondisi ini jauh berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, akibatnya pendapatan ikut terdampak. Tapi, kata dia, sejak Jumat pagi hingga tengah malam, banyak warga yang belanja di pasar induk Segiri untuk persiapan hari Sabtu dan Minggu ini.

“Pokoknya sudah mulai bulan 11 sudah nggak ramai pasar, sudah seperti ini keadaannya. Jualan di pasar sudah nggak kaya dulu, tapi saya bersyukur dengan yang ada. Nah, mulai kemarin sampai tadi malam pasar memang ramai, banyak pembeli, mereka menyetok untuk 2 hari,” ujarnya.
“Saya buka ini karena juga ada pesanan barang pelanggan yang mau diambil dari kemarin. Kami juga tau aturan, kalau di tempat saya, orang belanja cuci tangan dulu, ” timpal Kayla.
Ibu dua anak ini mengatakan, pasar juga sudah dilakukan penyemprotan disinfektan oleh aparat TNI-Polri sejak pagi hari.
“Sudah, sudah disemprot tadi. Pagi-pagi sudah disemprot semua, ” pungkasnya.
Penulis : Ningsih
Editor: Amin