26.4 C
Samarinda
Senin, April 19, 2021

Partisipasi Pemilih Rendah, Tantangan Berat Pilkada Kutim 2020

HEADLINEKALTIM.CO, SANGATTA – Tingkat partisipasi pemilih di Kutai Timur jika berkaca pada Pemilu Kepala Daerah (Pilkada) pada 2008 lalu, masih rendah dibandingkan kabupaten/kota lain di Kalimantan Timur.

Dalam kondisi normal pada masa itu, tingkat partisipasi pemilih hanya mencapai 50,2 persen. Inilah yang menjadi tantangan pesta demokrasi pada bulan Desember 2020 mendatang. Terlebih saat ini pandemi COVID-19 belum dapat diatasi.

Pjs Bupati Kutim Moh Jauhar Efendi menyebut hal ini merupakan tantangan yang luar biasa baik bagi lembaga penyelenggara Pemilu dan semua pemangku kepentingan.

Untuk itu, dia berharap semua pihak diharapkan dapat bersama-sama menyukseskan Pilkada 2020. Selain berjalan lancar dana man, tentu mampu meningkatkan partisipasi pemilih.

“Pemerintah tidak akan mencampuri pelaksanaan Pilkada, tugas saya adalah memastikan agar Pilkada dapat berjalan sesuai dengan koridor yang telah ditetapkan,” terangnya.

Baca Juga  Persiapan Kampanye, Pemkot Samarinda Wanti-Wanti Paslon Soal APK

Selain itu, Jauhar berharap dengan terbitnya  PKPU Nomor 13 Tahun 2020 terkait pembatasan jenis-jenis pelaksanaan kampanye dipatuhi oleh masing-masing Paslon Bupati dan Wakil Bupati Kutim. Ini guna mencegah adanya  klaster penularan COVID-19 selama pelaksanaan Pilkada.

Baca Juga  Dengan PKPU Ini, Tak Ada Lagi Pelanggaran Zona Kampanye

“Ini merupakan payung hukum, ada batasan-batasan pasti dalam hal pelaksanaan pesta demokrasi yang mengedepankan protokol kesehatan,” pungkasnya.

Penulis: RJ Warsa

Komentar

- Advertisement -spot_img

LIHAT JUGA

- Advertisement -spot_img

TERBARU

spot_img
Komentar