src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js">
5 Fashion Muslim yang Bisa Lengkapi Gaya PasanganHEADLINEKALTIM.CO – Di era digital yang semakin maju, banyak pasangan yang dengan mudah membagikan momen kemesraan mereka di media sosial. Foto dan video bersama pasangan yang diunggah ke platform seperti Instagram, Facebook, atau TikTok menjadi hal yang lumrah. Namun, bagaimana pandangan Islam terhadap fenomena ini? Adakah batasan-batasan yang harus diperhatikan?
Melansir dari laman bincangsyariah.com dikutip Liputan6.com, dalam berbagai literatur kitab fikih dijelaskan bahwa seseorang diperbolehkan untuk mengunggah foto atau video bersama pasangannya dengan syarat gambar tersebut tidak menimbulkan fitnah atau syahwat bagi yang melihatnya. Jika gambar tersebut justru memperlihatkan lekuk tubuh atau hal-hal yang dapat memicu syahwat, maka hukumnya menjadi haram.
1. Menghindari Khawarim al-Muru’ah
Salah satu pertimbangan utama dalam pamer kemesraan adalah menghindari khawarim al-muru’ah, yaitu segala perbuatan yang dapat merendahkan martabat, citra, kehormatan, dan wibawa seseorang. Rasulullah SAW mengajarkan umatnya untuk menjaga adab dan akhlakul karimah. Pamer kemesraan yang berlebihan dapat merusak citra diri dan keluarga di mata masyarakat.
2. Malu Sebagai Bagian dari Iman
Rasa malu dalam Islam bukanlah kelemahan, melainkan cerminan dari iman seseorang. Rasulullah SAW bersabda, “Iman itu ada tujuh puluh sekian cabang. Rasa malu adalah salah satu cabang dari iman.” (HR. Ahmad, Muslim, dan yang lainnya).
Dengan kata lain, seseorang yang beriman seharusnya memiliki rasa malu yang tinggi, termasuk dalam menjaga privasi hubungan rumah tangganya di hadapan umum.
3. Penyebab Orang Lain Melakukan Maksiat
Mengunggah kemesraan di media sosial mungkin terlihat sepele bagi sebagian orang, namun dalam Islam, hal ini bisa menimbulkan dampak negatif yang serius. Contohnya, seorang pria yang ingin menikah namun belum mampu, bisa tergoda ketika melihat kemesraan orang lain di media sosial. Jika ia tidak mampu menahan diri, bisa jadi ia terjerumus ke dalam dosa atau maksiat.
Kasus lainnya, seorang wanita yang telah lama menunggu jodoh namun belum juga menemukannya, bisa merasa iri ketika melihat kemesraan temannya yang sudah berumah tangga. Rasa iri ini dapat berkembang menjadi perasaan negatif seperti dengki, yang dapat merusak hubungan persahabatan dan keimanannya.
Artikel Asli baca di Liputan.com
Berita Terkini di Ujung Jari Anda! Ikuti Saluran WhatsApp Headline Kaltim untuk selalu up-to-date dengan berita terbaru dan Temukan berita populer lainnya di Google News Headline Kaltim