src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js">
Kepala DPPKBP3A Berau, Rabiatul Islamiah. (Foto: Riska/headlinekaltim.co)HEADLINEKALTIM.CO, TANJUNG REDEB – Maraknya kasus pencabulan hingga pemerkosaan terhadap perempuan dan anak di Kabupaten Berau menjadi perhatian serius Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPKBP3A).
Belum lama ini, Polres Berau merilis 4 kasus pemerkosaan hingga pencabulan. Kejadian ini sangat memilukan karena pelaku pada kasus tersebut dilakukan oleh ayah kandung, ayah tiri hingga guru ngaji korban pada bulan Mei 2025.
Kepala DPPKBP3A Berau, Rabiatul Islamiah menyampaikan, Pemerintah Daerah berkomitmen untuk melakukan berbagai upaya pencegahan terhadap kasus pencabulan atau pemerkosaan yang melibatkan perempuan dan anak di bawah umur.
“DPPKBP3A Berau terus melakukan sosialisasi, penyuluhan, dan pendampingan. Namun, kami tidak bisa bekerja sendiri dalam menangani persoalan ini. Perlu adanya sinergisitas dari semua pihak,” jelasnya.
Menurutnya, berbagai program penyuluhan dan pendampingan dari DPPKBP3A diharapkan dapat membangun sinergi yang lebih kuat antara masyarakat, keluarga, dan pemerintah. Rabiatul juga menekankan pentingnya peran keluarga dalam melakukan pengawasan terhadap anak.
“Kami meminta agar orang tua berperan aktif memantau dan mengawasi pergaulan anak-anak untuk mengantisipasi kejadian seperti ini,” ucapnya.
Pihaknya juga menerima berbagai laporan melalui Unit Pelaksana Teknis (UPT) di setiap kecamatan. Selain itu, menggencarkan penguatan terhadap kelompok-kelompok kegiatan. “Melalui sinergisitas dan edukasi yang berkelanjutan kita harap kejahatan seksual terhadap perempuan dan anak dapat ditekan secara maksimal,” tutupnya. (Riska)
Berita Terkini di Ujung Jari Anda! Ikuti Saluran WhatsApp Headline Kaltim untuk selalu up-to-date dengan berita terbaru dan Temukan berita populer lainnya