src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js"> Mahasiswa Tuntut Dirinya Dicopot Bupati, Kadiskoperindag: Biasa Saja!

Mahasiswa Tuntut Dirinya Dicopot Bupati, Kadiskoperindag: Biasa Saja!

waktu baca 2 menit
Selasa, 15 Mar 2022 21:20 502 huldi amal

HEADLINEKALTIM.CO, TANJUNG REDEB – Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Berau, Salim menanggapi santai soal aksi mahasiswa yang  meminta dia diberhentikan gara-gara dianggap tak mampu mengatasi kerumunan dan antrean warga guna mendapatkan minyak goreng.

“Tidak masalah, itukan pandangan mahasiswa, kalau kita yang mengalami ya biasa saja,” ucapnya, Selasa 15 Maret 2022.

Menurut dia, aksi mahasiswa memang harus kritis. Namun, dia soal terjadi kelangkaan minyak goreng, itu sudah fenomena secara nasional.

“Kalau metodologinya salah ya kita perbaiki, tapi ini kan fenomena yang terjadi dimana-mana tidak bisa kita hindari,” jelasnya.

Selain itu, disinggung terkait terjadinya kerumunan masyarakat saat pasar murah yang digelar di halaman Kantor Diskoperindag beberapa waktu lalu, dia mengaku telah melakukan upaya pencegahan semaksimal mungkin. Caranya dengan membatasi jumlah minyak goreng untuk 500 KK dan diperuntukkan untuk para pelaku UMKM.

Pengamanan dari Satpol PP hingga TNI/POLRI disiagakan. Melihat antusiasme dari masyarakat yang sangat tinggi, pihaknya pun menambah kuota menjadi 1100 kupon.

“Kalau mau dilengserkan karena membuat kerumunan, di berbagai ritel itu juga membuat kerumunan, itu membuktikan karena memang masyarakat sedang membutuhkan,” tuturnya.

Sebelumnya, puluhan mahasiswa melakukan aksi demonstrasi di depan kantor DPRD Berau, beberapa waktu lalu. Mahasiswa menyoroti kelangkaan minyak goreng yang menyusahkan warga dan meminta pemkab segera mengatasinya.

Mahasiswa juga meminta agar Kepala Diskoprindag Berau Salim agar diganti. Mereka menilai, apa yang dilakukan Salim berpotensi menimbulkan klaster pandemi COVID-19 baru saat digelar operasi pasar.

“Itu saat ada bazar minyak goreng murah, terjadi penumpukan, padahal Berau sedang PPKM level 3, kami minta ia diganti,” tegas Ferdi sebagai koordinator aksi.

Penulis: Riska

Editor: MH Amal

 

Berita Terkini di Ujung Jari Anda! Ikuti Saluran WhatsApp Headline Kaltim untuk selalu up-to-date dengan berita terbaru dan Temukan berita populer lainnya di Google News Headline Kaltim

LAINNYA
x