23.2 C
Samarinda
Saturday, June 25, 2022

Kunjungan Masyarakat ke Titik Nol IKN Dibatasi

HEADLINEKALTIM.CO, PENAJAM – Kunjungan masyarakat umum ke Titik Nol Ibu Kota Negara (IKN) bakal dibatasi. Keputusan pembatasan kunjungan itu dikatakan Sekretaris Kecamatan Sepaku Adi Kustaman.

Alasannya, kunjungan warga semakin meningkat dari waktu ke waktu.

Terlebih saat libur lebaran lalu, kunjungan mencapai lebih dari lima ribuan orang. Itu juga menjadi penyebab menumpuknya sampah yang ditinggalkan para pengunjung di lokasi IKN.

“Ini hasil evaluasi bersama, salah satunya itu terkait sampah, biar terkendali dan teratur jadwalnya itu jadi lebih baik,” ungkap Adi Kustaman saat dihubungi, Kamis 19 Mei 2022.

Selain itu, pembatasan kunjungan ke Titik Nol juga dengan tujuan mempermudah kegiatan para pemangku kebijakan dalam pemindahan IKN.

“Termasuk sering ada kunjungan tamu-tamu dari kementerian atau lembaga di kawasan titik nol pada hari kerja, lalu bersamaan banyaknya kunjungan tamu umum sehingga kadang-kadang sedikit mengganggu kegiatan atau tujuan penting terkait IKN itu sendiri,” sambungnya.

Masyarakat umum yang ingin mengunjungi Tugu Geodesi Titik Nol IKN Nusantara diberikan kesempatan pada hari Sabtu, Minggu dan libur nasional dengan waktu kunjungan selama satu jam.

“Prinsipnya masyarakat masih diberi kesempatan berkunjung ke titik nol IKN hanya hari dan waktu saja yang ditentukan,” tambahnya.

Pembatasan kunjungan masyarakat umum tersebut bersifat fleksibel dan setiap bulan tim pengelola akan melakukan evaluasi menyangkut pembatasan kunjungan tersebut.

Evaluasi akan berakhir hingga Kecamatan Sepaku benar-benar menjadi kewenangan Badan Otorita IKN Nusantara.

Pembatasan kunjungan tersebut berdasarkan kesepakatan tim pengelola bersama Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Manajeman PT ITCI Hutama Manunggal (IHM), Kecamatan Sepaku, Desa Bumi Harapan, Kelurahan Pemaluan, serta Polsek dan Koramil Sepaku.

“Setiap bulan kita evaluasi sampai pada akhirnya ke depan seluruhnya menjadi kewenangan dan dalam pengendalian dari Otorita Ibu Kota Negara,” pungkasnya.

Penulis: Teguh

Komentar
- Advertisement -

LIHAT JUGA

- Advertisement -

TERBARU