27.8 C
Samarinda
Thursday, June 30, 2022

Komisi II DPRD Samarinda Dorong Pemkot Selesaikan Masalah Internal BPR

banner dprd samarinda

HEADLINEKALTIM.CO, SAMARINDA – Anggota Komisi II DPRD Samarinda, Novi Miranda Putri meminta Bank Perkreditan Rakyat (BPR) segera menyelesaikan permasalahan internal secepatnya.

Jika tidak, hal tersebut tidak akan terselesaikan dan berlarut-larut bahkan menimbulkan kinerja yang tidak sehat.

“Pasti akibatnya adalah produktivitas dalam menjalani roda perbankan tidak efektif bisa menimbulkan kerugian,” ungkap Novi saat dihubungi melalui sambungan seluler, Kamis 4 November 2021.

Lanjutnya Novi menabahkan walaupun permasalahan internal di tubuh Bank BPR sebagai kewenangan Wali Kota Samarinda, Andi Harun. Selaku anggota . DPRD akan selalu berupaya menjalankan fungsi pengawasan untuk penyelesaian sejumlah persoalan di Bank BPR.

“Harus segera diselesaikan secara baik, agar ke depan Bank itu memaksimalkan pelayanannya kepada nasabah, tidak lagi berbenturan dan berkonflik di internal, akan berpengaruh terhadap semangat bekerja,” tambahnya.

Politikus PAN itu menyebutkan, permasalahan itu diketahui karena ada pengakuan dari pihak manajemen BPR pada saat pertemuan hearing antara pihak BPR dengan jajaran Komisi II DPRD Samarinda.

“Karena banyak keterangan dari pihak BPR yang tidak sinkron satu dengan yang lainnya,” ungkapnya.

Walaupun, kerap disuntik dana segar, Novi menyebutkan, BPR selalu saja mengalami kerugian setiap tahunnya.

Dia pun merasa bingung, karena setiap kali disetujui penyertaan modal ke BPR, pihaknya selalu mengeluh lantaran mengalami kerugian.

“Heran juga, bagaimana ya pengelolaannya. Padahal pembiayaan UMKM itu lebih bagus,” sebutnya.

Selama ini, kata Novi, Bank BPR sebagai perusahaan plat merah hampir tidak ada subangsinya terhadap pendapatan asli daerah (PAD).

“Bagaimana mungkin juga ada PAD-nya, rugi terus,” bebernya.

Sedangkan program yang ditawarkan oleh pihak Bank BPR, diungkapkan Novi, bahwa BPR tidak memiliki program yang unggulan dan inovatif. Sehingga meragukan jika disuntik dana segar lagi.

“Dari paparan saat hearing beberapa kali, memang tidak ada program yang bisa menjanjikan meraup keuntungan banyak,” pungkasnya. (ADV)

Penulis: Riski

Komentar
- Advertisement -

LIHAT JUGA

- Advertisement -

TERBARU