src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js"> Kolam Bekas Tambang Jadi Tempat Mandi Warga Saat Kemarau, Bocah 7 Tahun Tenggelam

Kolam Bekas Tambang Jadi Tempat Mandi Warga Saat Kemarau, Bocah 7 Tahun Tenggelam

waktu baca 3 menit
Selasa, 15 Sep 2026 21:51 21 huldi amal

HEADLINEKALTIM.CO, SAMARINDA – Kolam yang selama musim kemarau dimanfaatkan warga untuk mandi di Jalan Teluk Kedondong, Kelurahan Sempaja Utara, Samarinda, berubah menjadi lokasi duka pada Selasa, 15 September 2026. Seorang anak kelas 2 SD berusia tujuh tahun tenggelam setelah berenang di kolam yang disebut warga sebagai bekas aktivitas tambang tersebut.

Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 16.00 WITA. Saat kejadian, sejumlah warga berada di lokasi untuk mandi. Korban yang sebelumnya duduk bersama anak-anak lain di tepian kemudian turun ke air setelah warga dewasa selesai mandi.

Risnawati, salah seorang saksi, mengatakan korban sempat berada di bagian atas kolam sambil memperhatikan warga yang sedang berada di air. Setelah warga naik, korban kemudian ikut turun dan berenang.

“Anak-anak itu dudukan di atas melihat kami mandi di sini. Habis kami naik, kami berdirian lagi di situ. Berenanglah dia, langsung nyebur di situ,” kata Risnawati saat diminta keterangan.

Korban kemudian berenang mendekati sebuah kayu yang berada di dalam kolam. Setelah itu, Risnawati tidak lagi melihat korban muncul ke permukaan. Yang membuat Risnawati masih mengingat kejadian tersebut, korban sempat berbicara dengan temannya sesaat sebelum tenggelam. Ia mendengar korban mengucapkan salam perpisahan sekaligus meminta maaf.

“Dia sempat ngomong sama temannya, ‘dadah, aku minta maaf ya’. Temannya bilang, ‘ah aku nggak mau maafkan’. Sedengar saya sampai situ aja,” tuturnya.

Risnawati bilang, aktivitas mandi di kolam tersebut bukan hal baru bagi warga. Sejak kemarau, warga datang ke lokasi karena kesulitan mendapatkan air di rumah. Ia sendiri baru pertama kali mandi di tempat tersebut pada hari kejadian.

“Sudah sering, pas mulai kemarau. Musim kemarau aja sih karena nggak ada air, kan di rumah, jadi mandian kita ke sini,” imbuhnya.

Kebiasaan itu membuat anak-anak juga kerap berada di sekitar kolam. Biasanya orang dewasa ikut mengawasi ketika anak-anak berada di air, terutama agar tidak berenang terlalu ke tengah.

Namun saat kejadian, tidak ada orang dewasa yang secara khusus mendampingi korban. Risnawati dan warga yang berada di lokasi kemudian menyadari korban telah hilang dan pencarian dilakukan secara manual.

Salah seorang warga, Helmi, ikut menyelam ke dasar kolam. Dikatakannya, pencarian dimulai sekitar pukul 16.30 WITA dan berlangsung hingga malam.  Helmi menemukan korban setelah meraba bagian kaki ketika berada di dasar kolam. Tubuh korban ditemukan dalam posisi telungkup dan tidak mengapung di permukaan.

“Saya nyelam, kan di dasar, nah teraba kakinya, tapi posisi telungkup di bawah dia,” kata Helmi.

Helmi memperkirakan kedalaman kolam lokasi tempat korban ditemukan sekitar 2,5 meter. Dasarnya tidak berlumpur, melainkan berupa pasir. “Tidak ada lumpur, pasir aja di bawah. Ketinggiannya sekitar dua meter setengah di bawah, di dasarnya tadi,” sebut dia.

Korban akhirnya ditemukan sekitar pukul 19.17 WITA. Saat dievakuasi, korban sudah dalam kondisi meninggal dunia dan kemudian dibawa ke rumah duka.

Pamapta III Polresta Samarinda, Aiptu Joko Wahyudi, mengatakan polisi menerima laporan dari warga sekitar pukul 16.30 WITA mengenai seorang anak yang tenggelam di lokasi tersebut. Petugas yang tiba di tempat kejadian mendapati warga masih melakukan pencarian.

“Sudah banyak warga yang berkerumun dan warga juga membantu mencari secara manual dan sekitar jam 19.17 tadi korban berhasil ditemukan,” tutur Wahyu.

Selain mengamankan lokasi, polisi memberikan edukasi kepada keluarga agar tidak mengambil gambar maupun video ketika korban ditemukan. Langkah tersebut dilakukan untuk menjaga kondisi keluarga yang tengah berduka.

Wahyu juga mengingatkan orang tua agar tidak membiarkan anak-anak berenang di kolam atau danau yang kedalaman serta kondisi dasarnya tidak diketahui. “Kita mengimbau kepada masyarakat, khususnya orang tuanya agar menjaga anak-anaknya untuk tidak berenang di danau sekitaran sini agar tidak terjadi korban selanjutnya,” imbau Aiptu Joko Wahyudi. (Retno)

LAINNYA
x