src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js"> Kisah Pengabdian Tak Kenal Batas, Dua Guru SMPN 1 Loa Kulu Setia Mengajar di SMP Terbuka Loa Gagak

Kisah Pengabdian Tak Kenal Batas, Dua Guru SMPN 1 Loa Kulu Setia Mengajar di SMP Terbuka Loa Gagak

waktu baca 2 menit
Selasa, 15 Sep 2026 22:04 17 huldi amal

HEADLINEKALTIM.CO, TENGGARONG – SMPN 1 Loa Kulu masih rutin memberikan pembinaan kepada SMP Terbuka Dusun Loa Gagak demi mendukung pemerataan pendidikan. Setiap hari, sekolah tersebut menugaskan sejumlah guru untuk mengajar di sekolah yang berbatasan dengan Loa Buah, Kota Samarinda, itu.

Kepala SMPN 1 Loa Kulu Fadriansyah mengatakan, pembinaan tersebut sudah berjalan selama lima tahun terakhir. “Tiap hari, dua orang guru dari sini yang mengajar di Loa Gagak,” kata Fadri, Selasa 15 September 2026.

Fadri menuturkan, mengajar di SMP terbuka tersebut membutuhkan perjuangan tersendiri. Setiap pagi, para guru harus berangkat menggunakan kapal penyeberangan melalui pelabuhan kecil Berhala, Loa Kulu, dengan tarif Rp8.000 per orang sekali jalan.

Untuk kembali, guru harus mengeluarkan biaya serupa dan dikejar waktu agar tidak melewati pukul 13.00 WITA. “Kalau pulang melebihi jam 1 siang, pemilik kapal sudah istirahat, jadi harus menunggu sampai sore untuk bisa pulang ke rumah,” jelas Fadri.

Fadri menyebut, 32 murid SMP Terbuka Loa Gagak kini menumpang belajar di SDN 029 Loa Kulu sejak Juli 2026, setelah hampir lima tahun belajar di balai terbuka Dusun Loa Gagak. “Belajar di tempat yang lama sudah tidak kondusif karena ruangan terbuka sehingga siswa kurang konsentrasi belajar,” jelasnya.

Ia menambahkan, sebenarnya ada sekolah negeri yang lebih dekat, yakni SMPN 28 Loa Buah, Samarinda. Namun, para siswa asal Loa Gagak sudah tidak diperbolehkan bersekolah di sana karena perbedaan zonasi. Ini mengingat domisili siswa masuk wilayah Kukar sementara sekolah tersebut berada di wilayah Samarinda.

Fadri memperkirakan jumlah murid SMP Terbuka Loa Gagak berpotensi bertambah banyak jika akses jalan tembus Tanjung Laong-Loa Gagak sudah rampung.

Berharap Naik Status Jadi SMP Negeri

Fadri mengaku ada kepuasan tersendiri dari pendampingan jarak jauh yang dilakukan SMPN 1 Loa Kulu ke Loa Gagak. Menurutnya, para siswa di sana rajin bersekolah dan bersemangat belajar demi meraih cita-cita. Bahkan, beberapa lulusan SMP Terbuka Loa Gagak sudah melanjutkan kuliah di Universitas Mulawarman (Unmul), Samarinda.

Ia berharap, ke depan status sekolah tersebut bisa berubah menjadi SMP Negeri. “Siswanya juga punya karakter, sopan santun terhadap gurunya sangat diperhatikan,” ungkapnya. (Andri)

LAINNYA
x