src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js">
HEADLINEKALTIM.CO, SAMARINDA–Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Samarinda Marnabas menyoroti beberapa media yang ‘menggoreng’ kekecewaan warga karena tidak mendapatkan beras seharga Rp 10.000 di Pasar Murah Segiri. Pasar Murah sendiri digelar Disdag Kota Samarinda pada Rabu, 28 Februari 2024.
Menurutnya, program Pasar Murah secara manajemen sudah berdasarkan SOP dimana Disdag menyediakan kupon dalam melayani konsumen, serta memberikan stampel di setiap proses transaksi. Ini bertujuan meminimalisasi potensi dobel penerima yang akan berdampak tidak meratanya program tersebut.
“Yang penting manajemennya. Kita siapkan karcisnya, dia bayar terus distempel supaya tidak berulang dan merata. Untuk batasannya 10 Kg per orang dan ada 21 ton yang berarti untuk 2.100 orang. Jadi jangan dianggap begitu pelit,” kata Kepala Disdag Kota Samarinda saat ditemui pada Sabtu, 2 Maret 2024.
Marnabas membantah jika disebut banyak warga yang kecewa selama program Pasar Murah Segiri. Baginya hal ini tidak benar dan berbanding terbalik dengan antusiasme warga. Dia menyayangkan adanya framing pemberitaan yang merugikan pihaknya.
“Kalau ada satu dua saja yang kecewa, ya jangan ditulis banyak karena tidak seimbang, yang namanya pekerjaan itu kan ‘gak mungkin 100% mulus,” tutupnya. (Zayn)
Foto: Kepala Dinas Perdagangan Kota Samarinda Marnabas (Zayn/headlinekaltim.co)